Bersyukurlah! Maka kamu terhindar dari adzab

💧Bersyukurlah!
Maka kamu terhindar dari adzab

✍Alloh تعالى berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآَمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا } النساء:147 }
“Mengapa Alloh akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Alloh adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui”. [An Nisaa:147]

Ayat di atas berupa pertanyaan. Pertanyaan ini sebenarnya diajukan untuk orang-orang munafiq yang diancam masuk ke dalam kerak neraka. Namun apabila orang-orang munafiq itu bertaubat kepada Alloh تعالى dengan sebenar-benarnya, memperbaiki diri, berpegang teguh dan ikhlas maka Alloh akan menerima taubat mereka dan tidak akan menyiksa dan mengadzab mereka. Dengan demikian mereka telah menjadi orang-orang yang beriman. Lihat ayat 145 dan 147.

Al Imam Al Baghowi Asy Syafi’i mengatakan, ‘Dalam ayat ini ada taqdim(yang didahulukan) dan ta’khir(yang diakhirkan), maksudnya adalah: Jika kalian beriman dan bersyukur, karena syukur tidak akan memberikan manfa’at tanpa iman, ini adalah pertanyaan yang bermakna taqrir(penetapan), yang maknanya adalah sesungguhnya Alloh تعالى tidak akan mengadzab orang yang beriman dan bersyukur, karena apabila Dia mengadzab hamba-hambanya maka tidak akan menambah kerajaan-Nya, dan apabila Dia tidak menyiksa mereka karena perbuatan mereka maka tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya.

Syukur adalah lawan dari kufur, kufur akan menutup kenikmatan dan syukur akan menimbulkannya.

{وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا }
“Dan Alloh adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui”

Syukur dari Alloh تعالى adalah Alloh ridho terhadap amal yang sedikit yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya kemudian melipatgandakan pahalanya. Syukur dari hamba adalah ketaatan, dan syukur dari Alloh adalah pahala’. [Ma’alimut Tanzil/Tafsir Al Baghowi II/303, Al Maktabah Asy Syamilah]
Di dalam ayat yang lain Alloh تعالى berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ } إبراهيم:7}
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. [Ibrohim:7]

Definisi syukur.
Al ‘Allaamah Asy Syaikh Abdurrohman As Sa’diy رحمه الله mengatakan, ‘Syukur adalah ketundukkan dan pengakuan hati akan nikmat-nikmat Alloh, pujian lisan terhadap yang disyukuri, dan perbuatan anggota tubuh dengan ta’at kepada-Nya, serta tidak menggunakan nikmat-nikmat dari-Nya untuk bermaksiyat kepada-Nya’. [Taisiirul Kariimir Rohman Fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan, hal.231 Daarus Salam – KSA]

Dari penjelasan Syaikh As Saidiy di atas maka syukur itu tidak hanya dengan ucapan alhamdulillah, akan tetapi syukur itu meliputi hati, lisan, dan badan.

Al Imam Ibnu Qudamah رحمه الله berkata, ‘Syukur itu dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun dengan hati adalah bermaksud mengerjakan kebaikan dan menyembunyikannya dari seluruh makhluq, dengan lisan adalah menampakkan syukur itu dengan pujian (kepada-Nya), dan dengan anggota badan adalah menggunakan nikmat-nikmat dari Alloh tersebut di dalam ketaatan kepada-Nya, dan membentengi diri dari menggunakannya untuk kemaksiyatan kepada-Nya. Diantara syukur kedua mata adalah kamu menutup segala aib yang dilihat oleh seorang muslim, dan diantara syukur kedua telinga adalah menutup segala aib yang didengarnya, maka ini masuk ke dalam global syukur anggota badan’. [Mukhtashor Minhaajil Qooshidiin, hal.353 Daaru ‘Ammaar – Yordania]

📚Dinukil dari artikel abukhadijah.wordpres, Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.