Berlipat gandanya pahala kebaikan

💫 *Berlipat gandanya pahala kebaikan …*

✍Allah berfirman,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

“Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”(Al-Qashash: 84)

Pahala Allah lebih baik daripada amal baik hamba-Nya, karena Allah melipatgandakan pahala-Nya dengan lipatan yang banyak sekali sebagai kemurahan dan karunia dari-Nya.
Dalam firman selanjutnya disebutkan:

{وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al-Qashash: 84)
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}
Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkur-kanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (An-Naml: 90)
Ini merupakan kemurahan, karunia, serta keadilan dari Allah. (Tafsir Ibnu Katsir)

Barangsiapa yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa tauhid yang murni kepada allah dan amal-amal shalih sesuai dengan ajaran yang disyariatkan Allah, maka baginya pahala yang besar yang lebih baik dari itu, yaitu surga dan kenikmatan yang abadi. Dan barangsiapa yang datang dengan membawa perbuatan-perbuatan buruk, maka orang-orang yang berbuat keburukan tidaklah diberi balasan atas perbuatan mereka kecuali sesuai dengan apa yang mereka perbuat.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang berlipatgandanya karunia-Nya dan sempurnanya keadilan-Nya.
Kebaikan di sini mencakup semua yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, berupa ucapan, amal yang tampak maupun tesembunyi (seperti amal hati), baik yang terkait dengan hak Allah maupun hak hamba-hamba-Nya.
Yaitu mendapatkan sepuluh kebaikan dan bisa lebih dari itu tergantung niat, kondisi orang yang beramal, amal yang dikerjakannya, manfaatnya, sasarannya, dsb.
Mencakup semua yang dilarang Alah dan Rasul-Nya.(Tafsir Al-Muyassar)

Semoga bermanfaat

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🎗…

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.