Bahaya Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

?Bahaya Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

✍Diantara sebab tegaknya Islam adalah tegaknya nasehat, karena Islam memang agama nasehat.

Rasululloh صلى الله عليه وسلم bersabda,

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

“Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)

Demikian pula, sebagaimana besarnya kebaikan yang didapat ketika tegaknya amar ma’ruf dan nahi munkar, maka sebaliknya akan muncul bahaya jika meninggalkan amalan yang penuh hikmah ini.
Dianntara bahaya meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar adalah:

⏺. Menyebabkan Turunnya Adzab.
Di antara sebab turunnya siksa Allah adalah adanya kemungkaran yang merajalela, baik berupa kesyirikan, kemaksiatan, maupun kezhaliman.
Sebagaimana telah disebutkan oleh Ummul Mukminîn Zainab binti Jahsy bahwa Rasulullâh صلَّى اللهُ عليه وسلَّم pernah mendatanginya dalam keadaan terkejut, seraya berkata: “لا إله إلا الله! Celakalah bangsa Arab, karena kejelekan yang telah mendekat, hari ini telah dibuka tembok Ya’jûj dan Makjûj seperti ini – beliau melingkarkan ibu jari dengan jari telunjuknya – kemudian Zainab berkata: “Apakah kita akan binasa wahai Rasullullah, padahal di sekitar kita ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, jika kemungkaran itu sudah merajalela”(HR Bukhâri No.7059, Muslim, 2880)

Ali bin Abi Thâlib berkata:

مَا نَزَل بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍِ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
” Tidaklah musibah itu menimpa, kecuali disebabkan dosa, dan musibah itu tidak akan diangkat kecuali dengan taubat.”(Addâ’ Wad Dawâ’, 118)

⏺. Tidak dikabulkan doa seorang mukmin.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullâh صلَّى اللهُ عليه وسلَّم,”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Ta’ala tidak mengabulkan do’a kalian.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dihasankan Al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’)

⏺. Mendapatkan laknat dari Allah.
Hal tersebut telah terjadi pada umat sebelum umat ini yaitu Bani Isra’il, sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah:
لعن الذين كفروا من بني إسرائيل على لسان داوود وعيسى ابن مريم ذلك بما عصوا وكانوا يعتدون. كانوا لا يتناهون عن منكر فعلوه لبئس ما كانوا يفعلون.
“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan Dâwud dan Isa putera Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampauhi batas. Mereka satu sama lain senantiasa tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat, sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”. (Al-Mâidah:78-79)

Allah menyebutkan jauhnya orang-orang kafir bani Israil dari rahmat Allah, hal itu sebagai bentuk hukuman bagi mereka dikarenakan kedurhakaan dan pelanggaran mereka atas batasan-batasan Allah dan hak-hak orang lain. Karena sesungguhnya setiap amal perbuatan pastilah akan ada ganjarannya. Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah mengabarkan kepada hamba-hamba Nya yang beriman perihal kemaksiatan yang menyebabkan mereka (orang-orang kafir itu) tertimpa dengan hukuman tersebut. Yaitu mereka melakukan kemungkaran dan tiadalah seorang pun dari mereka yang mencegah saudaranya dari kemaksiatan yang dilakukan. Maka, para pelaku kemungkaran dan orang yang membiarkannya mendapatkan hukuman yang sama. Imam al-Qurthubi berkata: “Ayat di atas (juga) menunjukkan larangan duduk dengan orang-orang yang berbuat kemungkaran dan mengandung perintah untuk meninggalkan dan menjauhi mereka.” Sehingga jelaslah dari kedua ayat di atas bahwa meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar merupakan hal yang akan mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.

?Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidayah, taufik dan maghfirahnya kepada kita semua agar kita semua selamat dari adzab dan murka-Nya di dunia dan di akhirat.
Semoga Allah melimpahkan kekuatan dan keistiqomahan kepada kita untuk selalu menegakkan panji Islam yang haq, memudahkan kita untuk selalu menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Amiin …

? Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒?.?..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.