BAGAIMANA KITA MEMAHAMI AL QUR’AN

Disusun oleh: Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Di antara kewajiban seorang muslim adalah mempelajari Kitabullah dan mengajarkannya , memahaminya dan mengamalkannya , Allah ( berfirman:
 ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله وما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون اعلموا أن الله يحيي الأرض بعد موتها قد بينا لكم الآيات لعلكم تعقلون  الحديد : 16-17
“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun ( kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya ,kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasiq.Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Alloh menghidupkan bumi sesudah matinya,sesungguhnya kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya (Al Hadid ayat 16-17).
Didalam ayat yang pertama Alloh memberikan teguran yang keras kepada orang-orang yang beriman agar mereka tidak seperti Orang-orang Ahli Kitab Yang tidak bisa mengambil faedah dari kitab yang diturunkan kepada mereka.Mereka tidak mau mempelajari,memahami dan mengamalkannya.
Kemudian di dalam ayat kedua Alloh menjelaskan bahwasanya sebagaimana Dia telah menghidupkan bumi sesudah matinya, demikian juga Alloh melunakkan hati dengan iman dan petunjuk sesudah kerasnya karena dosa dan mashiyat.

CARA TERBAIK DI DALAM MENAFSIRKAN ALQURAN

Jika ada yang bertanya apa cara terbaik dalam menafsirkan AlQuran ? Maka jawabannya adalah : Yang terbaik dari cara menafsirkan AlQuran adalah AlQuran ditafsirkan dengan Quran, karena yang global disuatu ayat diperinci di ayat lain .
Dan jika hal itu menyulitkan maka wajib bagimu untuk mencarinya didalam sunnah (hadits) Rasululloh , karena sunnah adalah penjelas AlQur’an dan menerangkan yang kurang jelas dalam AlQur’an, bahkan Al-Imam Asy Syafi’i Rohimahulloh Ta’ala berkata : ”Semua yang diputuskan oleh Rasululloh adalah apa yang ia pahami dari Al Qur’an.”
Alloh  berfirman :
إنا أنزلنا إليك الكتاب بالحق لتحكم بين الناس بما أراك الله ولا تكن للخائنين خصيما النساء :105
” Sesungguhnya Kami telah menurukan kitab kepadamu dengan membawa” kebenaran,supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Alloh wahyukan kepadamu,dan janganlah kamu menjadi penentang (orang yang tidak bersalah),karena membela orang yang khianat “ ( AnNisa’ ayat 105 )
Allah  berfirman :
  وأنزلنا إليك الذكر لتبين للناس ما نزل إليهم ولعلهم يتفكرون  النحل:44
“ Dan Kami turunkan kepadamu Ad Dzikr agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” ( An Nahl ayat 44 ).
Dan karena inilah Rosululloh bersabda :
ألا إني أوتيت القرآن و مثله معه
”Dan ketahuilah sesungguhnya aku telah diberi Al Quran dan yang semisalnya(yaitu As sunnah) bersamanya” ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani didalam Kitab Al Hadits Hujjatun binafsihi halaman 33).
Dan AsSunnah juga turun dengan wahyu sebagaimana AlQuran, hanya saja AsSunnah tidak ditilawahkan sebagaimana ditilawahkan AlQuran..
Dan jika kita tidak menjumpai Tafsir didalam Kitab dan Sunnah kita kembalikan hal itu kepada perkataan para shahabat karena mereka lebih tahu tentang hal itu, dari hal-hal hanya dimiliki oleh mereka, seperti : apa yang mereka saksikan dari diturunkanya AlQuran, dan apa yang mereka miliki dari pemahaman yang sempurna, ilmu yang shohih dan amal yang sholih, terutama para ulama mereka seperti : Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Abdullah bin Masud, dan Abdullah bin Abbas yang dikenal dengan julukan Penerjemah AlQuran dengan barokah doa Rosululloh  : اللهم فقهه في الدين و علمه التأويل
“ Ya Alloh fahamkan dia dalam agama dan ajarilah dia tafsir” ( Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad 1/ 328 dan dishohihkan sanadnya oleh Syaikh Ahmad Syakir).
Dan Jika engkau tidak mendapati Tafsir didalam AlQuran, tidak juga dalam As-Sunnah dan tidak engkau jumpai pula dalam perkataan-perkataan shahabat , maka sebagian besar para ulama mengembalikan hal itu kepada perkataan-perkataan para tabiin seperti Mujahid bin Jabr yang merupakan tanda kebesaran Alloh dalam hal Tafsir, sebagaimana dia berkata : Aku telah menyodorkan mushaf kepada Ibnu Abbas sebanyak tiga kali dari awal sampai akhir,aku berhenti disetiap ayat dan aku tanyakan tafsirnya kepadanya” ( Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dengan sanad yang hasan sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (I / 10 ).
Dan diantara para tabiin lainnya yang diambil tafsirnya oleh para ulama adalah Said bin Jubair, Abul Aliyah, Robi bin Anas, Atho bin Abi Robah , AlHasan Al Bashry, Masruq, Said bin Musayyib , Qatadah dan yang selain mereka dari para Tabiin..

HUKUM MENAFSIRKAN ALQURAN DENGAN AKAL SEMATA

Adapun menafsirkan AlQuran dengan akal semata maka hukumnya adalah haram sebagaimana hadits yang mauquf dari Ibnu Abbas :
من قال في القرآن برأيه أو بما لا يعلم فليتبوأ مقعده من النار
“ Barang siapa yang berkata tentang AlQur’an dengan akalnya atau dengan tanpa ilmu maka hendaknya mengambil tempat duduknya di neraka “ ( Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang shohih sebagaimana dinukil sanadnya oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1 / 10 ) .
Dan banyak ulama salaf yang merasa berat menafsirkan sesuatu dari AlQuran tanpa ilmu :
Abu Bakar Ash Shiddiq berkata : ” Bumi manakah yang bisa membawaku dan langit manakah yang menaungiku jika aku mengatakan sesuatu tentang AlQuran apa yang aku tidak punya ilmunya. ( Diriwayatkan oleh Syubah dengan sanad yang shohih sebagaimana dinukil sanadnya oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1/ 11 ).
Dari Anas bahwasanya Umar Bin Al Khoththob diatas mimbar membaca ayat :
و فاكهة و أبا
” Dan buah-buahan serta rumput-rumputan ” ( Abasa : 31 )
kemudian berkata : ” Buah ini  فاكهة  kami telah mengenalnya maka apa arti  الأب  ? ” kemudian ia kembali kepada dirinya seraya mengatakan : ” Sesungguhnya berusaha mengetahui ini adalah takalluf ( memaksakan diri ) wahai Umar ” ( Diriwayatkan oleh Abu Ubaid dengan sanad yang shohih sebagaimana dinukil sanadnya oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1 / 11 ).
Dari Ibnu Abi Mulaikah bahwasanya Ibnu Abbas ditanya tentang suatu ayat yang jika sebagian di antara kalian ditanya tentu akan berkata tentangnya maka ia enggan berkata tentangnya (diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang shohih sebagaimana sanadnya dinukil oleh Ibnu katsir 1 / 11 ).
Berkata Ubaidillah bin Umar : ” Telah aku jumpai para fuqoha madinah ,dan sesungguhnya mereka menganggap besar bicara dalam hal Tafsir diantara mereka adalah Salim bin Abdulloh,Al-Qasim bin Muhammad,Said bin Musayyib dan Nafi” ( Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad shohih sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1/ 11 ).
Riwayat-riwayat yang shohih dari ulama-ulama salaf diatas menunjukan sikap mereka sepakat atas bahayanya menafsirkan AlQuran dengan akal semata..Yang ini sangat bertolak belakang dengan apa yang kita dapat dari para khotib, da’i, dan mubaligh yang dengan seenaknya menafsirkan AlQur’an dengan akalnya semata tanpa bersandar kepada Tafsir ayat dengan ayat dan sunnah Rasululloh  dan atas tafsir dari salaf, tidak diragukan lagi bahwa hal ini termasuk dosa besar sebagaimana Alloh  berfirman :
 إنما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها وما بطن والإثم والبغي بغير الحق وأن تشركوا بالله ما لم ينزل به سلطانا وأن تقولوا على الله ما لا تعلمون الأعراف :33
” Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi , dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar ,( mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui ” ( Surat Al-Araf : 33)
( Disarikan dari Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 13/363-375 dan Muqaddimah Tafsir Ibnu Katsir ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.