Bab 6 | Ulama as-Salaf dalam Kezuhudan Mereka Terhadap Kepemimpinan (2)

❁ ﷽ ❁
*KAJIAN KADANG TEMANGGUNG*
💽 Seri Bab 6 | Ulama as-Salaf dalam Kezuhudan Mereka Terhadap Kepemimpinan (2): _Panduan Akhlak Salaf_
📚 Kitab : _Aina Nahnu min Akhlaqis-Salaf_
🖋 Karya : _As-Syaikh Abdul Aziz bin Nashir al Jalil Baha-uddien ‘Aqiel_
📓 Materi : _Bab 6 | Ulama as-Salaf dalam Kezuhudan Mereka Terhadap Kepemimpinan (2)_
🗓 Sabtu, 01 Juni 2019 M / 27 Ramadhan 1440 H

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

Dari Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab diriwayatkan bahwa ia berkata :
“Pamanku telah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Iyyasy telah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, bahwa Yazid bin Al-Muhallab ketika diangkat sebagai gubernur Khurasan, ia membuat pernyataan:
_”Beritahukan kepadaku tentang seorang lelaki yang memiliki kepribadian luhur yang sempurna.”_

Beliau lalu dikenalkan kepada Abu Burdah Al-Asy’ari.
Ketika beliau menemuinya, beliau mendapatinya sebagai seorang lelaki yang memiliki keistimewaan.
Ketika Abu Burdah berbicara, ternyata apa yang beliau dengar dari ucapannya lebih baik dari apa yang ia lihat dari penampilannya.
Beliau lantas berkata : _”Aku akan menugaskanmu untuk urusan ini dan ini, yang termasuk dalam kekuasaanku.”_

Abu Burdah meminta maaf karena tak bisa menerimanya. Namun beliau tidak menerima alasannya.
Akhirnya Abu Burdah berkata : _”Wahai gubernur, sudikah anda mendengarkan apa yang dismapaikan oleh ayahku kepadaku, bahwa ia pernah mendengar Rosululloh bersabda : “Sesungguhnya ayahku (Abu Musa Al-Asy’ari) mendengar Rosululloh bersabda :_

من تولّى عملا و هو يعلم أنه ليس لذلك العمل بأهل، فليتبوّأ مقعده من النار

_”Barangsiapa yang ditugaskan untuk memikul satu pekerjaan yang dia tahu, bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli/pantas dalam pekerjaan tersebut, bersiap-siaplah ia masuk ke dalam Naar.”_

_Dan aku bersaksi wahai gubernur, bahwa aku bukanlah orang yang ahli/pantas dalam urusna yang anda tawaran itu.”_

Sang gubernur justru berkata : _”Dengan ucapanmu itu, kamu justru membuat kami makin berhasrat dan senang menaruh kepercayaan kepadamu. Laksanakanlah dengan segera tugas-tugasmu. Kami tidak bisa menerima alasanmu.”_
Maka lelaki itu pun menjalankan tugasnya di antara mereka selama beberapa waktu.
Lalu ia meminta izin untuk dapat menemui gubernur. Beliau mengizinkan.
Lelaki itu berkata : _”Wahai gubernur, sudikah anda mendengarkan apa yang disampaikan ayahku kepadaku bahwa ia mendengar Rosululloh Muhammad bersabda:_

_”Celakalah orang yang meminta atas nama Alloh, dan orang yang diminta atas nama Alloh lalu tidak mengabulkan permintaannya. Kecuali bila ia minta untuk memutus persaudaraan.”_
_Sekarang aku minta atas nama Alloh untuk tidak menjalankan tugas lagi, dan memaafkan saya atas pekerjaan yang telahsaya lakukan.”_

Maka sang gubernur pun menerima alasannya.”

📗 _*”Siyaru A’laamin Nubalaa’” IV : 345*_

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

*Kajian Kadang Temanggung*
🗳 *BRI 084201029843532* _a/n Sukaemi_ (+6281317257620)

📡 *Official Web* : http://kajiantemanggung.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.