Bab 12 | Ulama as-Salaf dalam Ber-amar Ma’ruf dan Nahi Munkar (4)

❁ ﷽ ❁
*KAJIAN KADANG TEMANGGUNG*
💽 Seri : _Panduan Akhlak Salaf_
📚 Kitab : _Aina Nahnu min Akhlaqis-Salaf_
🖋 Karya : _As-Syaikh Abdul Aziz bin Nashir al Jalil Baha-uddien ‘Aqiel_
📓 Materi : _Bab 12 | Ulama as-Salaf dalam Ber-amar Ma’ruf dan Nahi Munkar (4)_
🗓 Kamis, 27 Juni 2019 M / 23 Syawal 1440 H

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

📄
Dari Muqatil bin Shalih Al-Kurasani berkata :
Aku pernah menemui Hammad bin Salamah. Ternyata di rumah beliau hanya ada tikar yang digunakan untuk duduk dan mushaf yang selalu dibacanya, serta jerigen berisi air dan tempat menyimpan air wudlu.

Tatkala aku berada di sana, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu.
Beliau segera berkata kepada anaknya : _”Wahai putriku, coba keluar dan lihat siapa yang datang itu.”_
Sang anak mengabarkan : _”Utusan dari Muhammad bin Sulaiman.”_
Beliau berkata : _”Maka katakana kepadanya supaya masuk sendiri.”_

Maka masuklah lelaki itu sambil menyerahkan sepucuk surat. Ternyata isinya adalah:
_”Bismillahirrohmanirrohim,_
_dari Muhammad bin Sulaiman_
_untuk Hammad bin Salamah_
_Amma ba’du._
_Semoga Alloh menjadikan anda pada pagi hari ini sebagaimana para wali Alloh dan orang-orang yang taat kepada-Nya._
_Kami mendapatkan masalah, untuk itu datanglah kepada kami, kami akan menanyakan penyelesaiannya._
_Wassalam.”_

Beliau berkata : _”Wahai puteriku, tolong ambilkan tinta.”_
Lalu beliau berkata kepadaku : _”Tolong balik surat itu, dan tulis:_
_“Amma ba’du._
_Demikian juga anda, semoga Alloh menjadikan anda pagi ini sebagaimana halnya para wali Alloh dan orang-orang yang taat kepada-Nya. Sesungguhnya kami mendapati para ulama itu tidak mendatangi seorang pun (untuk mengajar). Apabila kamu menemukan masalah, maka datanglah kepada kami dan bertanyalah. Tanyakanlah masalah yang engkau hadapi itu kepada kami. Namun datanglah anda seorang diri dan jangan anda datang menunggang kuda atau dengan mengutus pelayan anda. Maka sekarang ini saya tidak dapat memberikan nasehat kepada anda maupun kepada saya sendiri. Wassalam.”_

========

Tatkala saya juga sedang di rumah beliau, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu.
Beliau berkata : _”Wahai puteriku, tolong bukakan pintu, keluar dan lihat siapa yang datang.”_
Anaknya berkata : _”Muhammad bin Sulaiman.”_
Beliau berkata : _”Tolong katakana kepadanya supay ia masuk sendiri.”_

Maka masuklah Muhammad bin Sulaiman seorang diri, seraya berkata : _”Kenapa setiap kai aku memandangmu, aku dipenuhi rasa takut?”_
Hammad menjawab : _”Aku pernah mendengar Anas bin Malik berkata : “Aku pernah mendengar Rosululloh bersabda:_
_”Apabila seorang alim, dengan ilmunya semata-mata menginginkan keridhaan Alloh, ia akan disegani oleh segala sesuatu. Namun kalau dengan ilmunya ia menghendaki harta benda dunia, ia akan takut kepada segala sesuatu.”_
(“Kanzul Umam” XVI : 630, hadits 46131)

Muhammad bin Sulaiman berkata : _”Ini uang empat puluh ribu dirham yang bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan anda.”_
Beliau berkata : _”Berikan uang ini kepada orang yang pernah engkau dholimi dengan uang itu.”_
Muhammad bin Sulaiman berkata : _”Demi Alloh, yang kuberikan kepadamu ini adalah harta pribadiku semata.”_
Beliau berkata : _”Namun aku tidak membutuhkannya. Singkirkan uang itu dariku, semoga Alloh menyingkirkan dosa-dosamu.”_
Jawab Muhammad : _”Tetapi anda bisa membagi-bagikan uang ini?”_
Beliau berkata : _”Kalaupun aku bagi-bagikan secara adil, sebagian orang yang tidakmendapatkannya akan berkata : “Dia tidak adil.” Singkirkan uang itu dariku, semoga Alloh menyingkirkan dosa-dosamu.”_

📕 _*”Shifatush Shofwah” III : 361*_

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

*Kajian Kadang Temanggung*
🗳 *BRI 084201029843532* _a/n Sukaemi_ (+6281317257620)
💻 https://www.facebook.com/kajiankadangtmg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.