Anak adalah anugerah yang harus dijaga …

💧 Anak adalah anugerah yang harus dijaga …

✍Di antara nikmat Allah yang paling besar dalam hidup kita adalah dikaruniai anak. Anak adalah anugrah, hadiah, pemberian dari Allah. Tidak akan ada melainkan karena memang Allah berkehendak akan lahir anak dari rahim kita. Hal ini Allah sebutkan dalam firmannya:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ.
أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا.
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (Asy Syura: 49-50).

Anak merupakan karunia dan anugeah dari Allah sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Allah berfirman.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan.” [Al Kahfi:46].

Dan diantara bentuk perhiasan dunia adalah bangga dengan banyaknya anak, sebagaimana firman Allah .

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak.” [Al Hadid:20].

Namun terkadang anak bisa menjadi ujian dan musuh. Allah telah mengingatkan para orang tua tentang hakekat penting ini, karenanya mesti mendapatkan perhatian baik dari mereka.
Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” [At-Taghâbun:14]

Ini merupakan peringatan dari Allah bagi kaum Mukminin dari terperdaya oleh istri-istri dan anak-anak.
Dan yang demikian itu terjadi karena keteledoran atau kesalahan dalam mendidik mereka.
Al-Imam Ibnul Qayyim رحنه الله telah memberitahukan kesalahan dalam perkataan beliau :

«وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة بإهماله وتركِ تأديبه وإعانته له على شهواته، ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه، وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه، ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة، وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء».
Betapa banyak manusia yang membinasakan anaknya dan merugikannya didunia dan akhiratnya dengan menelantarkan (pendidikan)nya, tidak mengajarinya adab, bahkan membantunya dalam menuruti semua keinginannya, ia menyangka bahwa hal itu adalah bentuk memuliakannya padahal justru menghinakannya, dia anggap itu bentuk kasih sayang padahal justru itu adalah kedzaliman, ia telah luput dari memberikan manfaat kepada anaknya, dan meluputkan darinya bagiannya didunia maupun akhirat, maka jika engkau mengambil pelajaran dari kerusakan moral anak-anak, maka engkau akan dapati kebanyakan sebabnya adalah dari orang tuanya.”
( Tuhfatul Maulud, 242)

📌Mari kita jaga aset termahal dan terpenting kita, yaitu anak dengan mendidik dan menjaga mereka dengan Islam yang haq.

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🌹…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.