6 POTRET SUAMI IDEAL DALAM RUMAH TANGGA

โ”๐Ÿƒโ˜˜๐Ÿ€๐Ÿ‚๐Ÿโ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“

โ‡ *6 POTRET SUAMI IDEAL DALAM RUMAH TANGGA*

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู

โœ’ Penulis: *Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, Lc. MA.*

Dari: http://Muslim.or.id/14595-potret-suami-ideal-dalam-rumah-tangga.html

๐Ÿ’Ÿ *1. Saleh dan Taat Beribadah*

โ–ถ *Kesalehan dan ketakwaan seorang hamba adalah ukuran kemuliaannya di sisi Allah* Taโ€™ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’}

*โ€œSesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa* di antara kamuโ€ (QS al-Hujuraat: 13).

โœ… *Seorang kepala rumah tangga yang selalu taat kepada Allah Taโ€™ala akan dimudahkan segala urusannya*, baik yang berhubungan dengan dirinya sendiri, maupun yang berhubungan dengan anggota keluarganya.

๐Ÿ“š Allah berfirman:

{ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู‘ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ูŠูุณู’ุฑุงู‹}

*โ€œBarang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.โ€* (QS. ath-Thalaaq:4).

โœ Artinya: *”Allah Taโ€™ala akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).”* [Tafsir Ibnu Katsir (4/489)].

โ–ถ *Bahkan dengan ketakwaan seorang kepala rumah tangga, dengan menjaga batasan-batasan syariat-Nya, Allah Taโ€™ala akan memudahkan penjagaan dan taufik-Nya untuk dirinya dan keluarganya*, sebagaimana sabda Rasulullah ๏ทบ:

*โ€œJagalah (batasan-batasan/syariat) Allah, maka Dia akan menjagamu*. Jagalah (batasan-batasan/syariat), Allah maka kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu.โ€ [HR at-Tirmidzi (no. 2516), Ahmad (1/293) dan lain-lain, dinyatakan Shahih oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam โ€œShahihul jaamiโ€™ish shagiir.โ€ (no. 7957)]

*”Penjagaan Allah Taโ€™ala dalam hadis ini juga mencakup penjagaan terhadap anggota keluarga hamba yang bertakwa* tersebut.” [Lihat penjelasan Ibnu Rajab al-Hambali dalam โ€œJaamiโ€™ul uluumi wal hikamโ€ (hal. 233)].

๐Ÿ’Ÿ *2. Bertanggung Jawab Memberi Nafkah Untuk Keluarga*

๐Ÿ“š Allah Taโ€™ala berfirman:

{ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ู„ูŽู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽูƒูุณู’ูˆูŽุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู}

*โ€œDan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang maโ€™ruf.โ€* (QS al-Baqarah: 233).

๐Ÿ“š Dalam hadis yang Shahih, ketika Rasulullah ๏ทบ ditanya tentang hak seorang istri atas suaminya, beliau ๏ทบ bersabda: *โ€œHendaknya dia memberi (nafkah untuk) makanan bagi istrinya, sebagaimana yang dimakannya, memberi (nafkah untuk) pakaian baginya, sebagaimana yang dipakainya*, tidak memukul wajahnya, tidak mendokan keburukan baginya (mencelanya), dan tidak memboikotnya, kecuali di dalam rumah (saja).โ€ [HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh al-Albani].

โœ… *Tentu saja maksud pemberian nafkah di sini adalah yang mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kurang*. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ููˆุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุณู’ุฑููููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูุฑููˆุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆูŽุงู…ู‹ุง}

*โ€œDan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang, yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir*. Dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian.โ€ (QS al-Furqaan:67)

๐Ÿ’Ÿ *3. Memerhatikan Pendidikan Agama Bagi Keluarga*

๐Ÿ“š Allah Taโ€™ala berfirman:

{ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑุงู‹ ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู}

*โ€œHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka*, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batuโ€ (QS at-Tahriim:6).

โœ Ali bin Abi Thalib radhiallahuโ€™anhu, ketika menafsirkan ayat di atas beliau berkata: *โ€œ(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri dan keluargamu.โ€* [Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam โ€œAl-Mustadrakโ€ (2/535), diShahihkan oleh al-Hakim sendiri dan disepakati oleh adz-Dzahabi].

๐Ÿ“š Rasulullah ๏ทบ bersabda: *โ€œPulanglah kepada keluargamu, tinggallah bersama mereka dan ajarkanlah (petunjuk Allah Taโ€™ala) kepada mereka.โ€* [HSR al-Bukhari (no. 602)].

๐Ÿ’Ÿ *4. Pembimbing dan Motivator*

Dalam banyak hadis yang Shahih, Rasulullah ๏ทบ selalu memberikan bimbingan yang baik kepada orang-orang yang berbuat salah, sampai pun kepada anak yang masih kecil.

๐Ÿ“š *Rasulullah ๏ทบ pernah melarang cucu beliau, Hasan bin โ€˜Ali radhiallahuโ€™anhu memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan masih kecil*. Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œHekh hekhโ€ agar Hasan membuang kurma tersebut, kemudian beliau ๏ทบ bersabda: โ€œApakah kamu tidak mengetahui, bahwa kita (Rasulullah ๏ทบ dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?โ€ [HSR al-Bukhari (no. 1420) dan Muslim (no. 1069)]

Memotivasi anggota keluarga dalam kebaikan juga dilakukan dengan mencontohkan dan mengajak anggota keluarga mengerjakan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dalam Islam.

Rasulullah ๏ทบ bersabda: *โ€œSemoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari, lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan istrinya*. Kalau istrinya enggan, maka dia akan memercikkan air pada wajahnyaโ€ฆโ€[ HR Abu Dawud (no. 1308) dan Ibnu Majah (no. 1336), dinyatakan Shahih oleh syaikh al-Albani]

๐Ÿ’Ÿ *5. Bersikap Baik dan Sabar Dalam Menghadapi Perlakuan Buruk Anggota Keluarganya*

๐Ÿ“š Firman Allah Taโ€™ala:

{ูˆูŽุนูŽุงุดูุฑููˆู‡ูู†ูŽู‘ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ูŽู‘ ููŽุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ููˆุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง}

*โ€œDan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.โ€* (QS an-Nisaaโ€™: 19)

๐Ÿ“š Rasulullah ๏ทบ bersabda: *โ€œJanganlah seorang lelaki beriman membenci seorang wanita beriman. Kalau dia tidak menyukai satu akhlaknya, maka dia akan meridhai/menyukai akhlaknya yang lain.โ€* [HSR Muslim (no. 1469)].

๐Ÿ’Ÿ *6. Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak dan Istrinya*

๐Ÿ“š Allah Taโ€™ala berfirman:

{ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง}

โ€œDan orang-orang yang berkata: *โ€œYa Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami)*, dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwaโ€ (QS al-Furqaan: 74).

๐Ÿ“š Dalam hadis yang Shahih, ketika Rasulullah ๏ทบ menjelaskan tentang *kewajiban seorang suami terhadap istrinya, di antaranya: โ€œโ€ฆDan tidak mendoakan keburukan baginya.โ€* [HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh al-Albani]

๐ŸŒ Sumber: http://Muslim.or.id/14595-potret-suami-ideal-dalam-rumah-tangga.html

โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐Ÿƒโ˜˜๐Ÿ€๐Ÿ‚๐Ÿโ”›

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.