🔥 Tidak ada pensiun dalam ibadah …

🔥 Tidak ada pensiun dalam ibadah …

✍Berlelah-lelah dalam beribadah dan tidak ada kata pensiun.
Perintah beribadah bukanlah maknanya Allah ingin menggambarkan bahwa Allah sangat ingin disembah oleh manusia, karena tanpa manusia menyembah pun tidak akan mengurangi keagungan, kebesaran , ataupun ke-Tuhanan Allah, namun perintah tersebut sebagai tadzkirah atau peringatan kepada manusia untuk selalu sadar siapa jati dirinya. Ibadahnya manusia bukan menjadi satu keuntungan bagi Allah, ataupun tidak beribadahnya manusia bukan satu kerugian bagi Allah, tapi ibadahnya manusia kepada Allah sebagai ciri atau pertanda makhluk yang bersyukur atas segala nikmat yang diturunkan Allah kepadanya.
Allah memerintahkan manusia untuk beribadah selama masih hidup, lepasnya kewajiban ibadah adalah tatkala maut menjemput manusia. Allah memerintahkan hambanya beribadah kepadanya adalah sampai datangnya al-yaqiin (kematian).

Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِي
“Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (Al-Hijr: 99).

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Makna kata:
(حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ)
hatta ya’tiyakal yaqiin : “hingga al-yaqiin datang kepadamu.”
Yaitu kematian, beribadahlah kepada Rabbmu hingga engkau wafat. Makna ayat: firman-Nya :
“dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
Lanjutkanlah ibadah dan ketaatan, yaitu merendahkan diri dan tunduk kepada Allah ta’ala hingga datangnya al-yaqin yaitu kematian, karena kubur adalah fase pertama dari alam akhirat, dengan wafatnya seseorang dan memasuki alam akhirat, maka imannya akan menjadi iman yang sebenarnya.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

Kelak di surga, tidak ada lagi keletihan dan kepayahan.

لَا یَمَسُّهُمۡ فِیهَا نَصَبࣱ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِینَ.
“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya”.[Al-Hijr : 48]
Nanti di surga, itulah saat pensiun yang sebenarnya dari beribadah dan semua aktifitas kebaikan.

لَا یَمَسُّنَا فِیهَا نَصَبࣱ وَلَا یَمَسُّنَا فِیهَا لُغُوبࣱ.
“Di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”.[Fathir : 35].
Jika demikian, maka sekarang harus berlelah-lelah sehingga besok kita bisa menikmati kenyamanan surga.
Jika di surga tak ada orang yang lelah, maka -sebaliknya di dunia, harus berlelah-lelah dalam berjuang. Berjuang untuk meraih kebahagiaan di dua tempat sekaligus yaitu di dunia dan di akhirat.

Allah sudah mengabarkan bahwa masuk surga itu tak mudah. Untuk memasukinya ada syarat yang tak ringan. Kita harus punya dua kunci pembukanya yaitu jihad dan sabar. Sebagaimana firman Allah,

أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُوا۟ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا یَعۡلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمۡ وَیَعۡلَمَ ٱلصَّـٰبِرِینَ.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”.[Ali-‘Imraan : 142].

Seorang hamba yang mendambakan surga haruslah berjihad dan bersabar. Bersabar atas jihad yang harus ditegakkan dan bersabar pula atas berbagai pelaksanaan perintah Allah untuk beribadah, berdakwah, mencari nafkah, dan mengurus keluarga. Bersabar di kala mencari dan mengajarkan ilmu. Bersabar di waktu susah, miskin, dan sakit.
Memang, bagi seorang Muslim, tak ada waktu untuk berhenti dalam beramal shalih. Hidupnya harus selalu bergerak dari satu kebajikan ke kebajikan yang lain. Sekalipun lelah kadang menyapa, tak patut kita untuk beristirahat.
Allah berfirman,

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ.
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب.
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” [Alam Nasyrah : 7-8].

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc ✏📚✒.💦.. !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.