🔥 Penentram jiwa disaat dahsyatnya duka atau malapetaka…

🔥 Penentram jiwa disaat dahsyatnya duka atau malapetaka…

✍Musibah atau kesulitan itu pasti akan datang menghadang.
Karena dengan munculnya ujian musibah atau kesulitan menjadikan manusia tersaring keimanannya, dan terfilter kualitas ketakwaannya kepada Allah.

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚوَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(Al-Mulk : 1-2)

Dan musibah itu hanya datang dari sisi Allah dengan izin Allah.
Allah berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(At-Taghābun:11)

Nabi صلى الله عليه وسلم telah memberikan bimbingan kepada ummat ini bagaimana cara menghadapi musibah ini agar jiwanya tetap tenang dan tidak guncang.
Selain meyakini musibah itu datang dari Allah untuk menguji hambanya, ada beberapa dzikir yang menjadi penyejuk jiwa dikala musibah.

عن ابن عباس : أن نبي الله ﷺ كان يقول عند الكرب :

لا إله إلا الله العظيم الحليم
لا إله إلا الله رب العرش العظيم
لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم
رواه البخاري ومسلم

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم disaat terjadi kesulitan yang sangat besar beliau mengucapkan:

لا إله إلا الله العظيم الحليم
لا إله إلا الله رب العرش العظيم
لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم

“LAA ILAAHA ILLALLAHUL ‘ADZIIM AL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM

(Tiada Ilah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada ilah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia.” (HR. Al-Bukhari, 5869, Muslim 4909)

قال النووي : حديث جليل ينبغي الاعتناء به والإكثار منه عند الأمور العظيمه .
Berkata Imam An-Nawawy:
“Hadits yang mulia ini, sudah sepantasnya menjadi perhatian dan memperbanyak (dari mengingatnya) tatkala terjadi perkara yang besar.(Syarh Shohih Muslim)
Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🥀…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.