🔥 Menyambut kematian …

🔥 Menyambut kematian …

✍Setiap manusia akan meninggal dunia, yang membedakan adalah bagaimana dan dalam keadaan seperti apa nyawa kelak akan dicabut. Seperti apa hidup seseorang, begitu pula keadaan matinya.

Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali Imran: 185).

Mati suatu yang pasti. Setiap yang hidup pasti akan mati. Sekencang kita berlari menjauhinya, pasti kematian menyusul. Di mana kita sembunyi, kematian pasti menemukan kita. Setiap kita pasti akan meninggalkan dunia ini; yang kaya maupun yang miskin, pejabat ataupun rakyat, yang shalih maupun jahat……

Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Jumu’ah: 8).

Berkata Umar bin Abdul Aziz,
“Aku tidaklah pernah melihat sesuatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.” (Tafsir Al-Qurtuby)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi,

أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ
“Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan,

“من عاش على شيء مات عليه”

“Siapa saja yang ketika hidupnya mengikuti suatu pola kehidupan, ia akan meninggal dalam hal itu.”

Nabi صلى الله عليه وسلم telah memberitahukan tentang proses akhir kematian seseorang akan mengikuti rekam jejaknya dan tidak jauh dari amalan sebelumnya :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
Sesungguhnya ada seseorang yang beramal dengan amalan penghuni surga yang nampak dalam pandangan manusia, padahal ia adalah seorang penghuni neraka. Dan sesungguhnya ada seseorang yang beramal dengan amalan penghuni neraka yang tampak dalam pandangan manusia, padahal ia adalah seorang penghuni surga. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata Imam Al Ghazali,
“Bagaimana kita hidup, begitulah kita akan mati,” (Al-Ihya’)

Berkata Imam Adz-Dzahaby,

يموت كل إنسان على ما عاش عليه ، ويبعث على ما مات عليه فنسأل الله المنان بفضله أن يتوفانا مسلمين لا مبدلين ولا مغيرين
Setiap orang akan meninggal sesuai dengan apa yang menjadi kebiasaan hidupnya, dan dia akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat meninggalnya. Maka kita selalu minta kepada Allah (Al-Mannan) agar dengan anugerahnya kita dimatikan dalam keadaan menjadi muslim, tidak murtad dan tidak pula berubah (menjadi kafir.”(Al-Kabair)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

 ✏📚✒.📒...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.