🔥 Konsisten dalam beramal…

🔥 Konsisten dalam beramal…

Konsisten menjaga amal adalah jalan mudah menuju surga…

✍Allah berfirman,

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
.Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyuruh seorang Muslim untuk membiasakan diri melakukan suatu amal kebaikan dengan konsistensi dan keteguhan.
Allah lebih menyukai hamba-Nya yang mengerjakan perkara kecil namun ia mau mengerjakannya secara kontinyu, terus-menerus.

Dari Aisyah, Rasululloh صلى الله عليه و سلم bersabda,

اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ وَكَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَثْبَتَهُ
“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit. Dan bila ia beramal ia beramal dengan teguh pendirian.” (HR Abu Dawud 1386, disohihkan Al-Albany)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim, 783)

Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya. Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara kontinu.
Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan, apabila amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.

Marilah kita cari surga dengan amalan yang mudah bagi kita.

Jika kita mudah menjaga sholat sunnah maka jagalah dengan semangat dan istiqomah.
Jika kita mudah menjaga puasa sunnah maka jagalah dengan semangat dan istiqomah.
Bagi yang mudah berdzikir jagalah.
Jika kita mudah untuk menempuh jalan ilmu maka jagalah, karena jalan inilah yang paling baik dan paling utama.
Masing-masing sudah diberi bagian rizki amalnya sesuai dengan kemampuannya.

Wallohu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒🌾.🥀..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.