🔥 4 Pertanyaan di Padang Mahsyar

🔥 4 Pertanyaan di Padang Mahsyar

✍Huru hara yang terjadi di Mahsyar sungguh dahsyat. Masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Tidak ada orang tua atau sanak keluarga di sisi kita, semuanya bertanggungjawab dengan dirinya sendiri, tidak ada yang menggantungkan kepada orang tuanya, atau sanak keluarganya, walaupun dahulu mereka mungkin orang yang besar dan mempunyai kedudukan. Ketika hari kiamat, itu semua akan sirna, semua berdiri dengan dirinya sendiri, mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya ketika di dunia.
🌴 Diantara pertanggung jawaban yang harus kita persiapkan sejak sekarang didunia adalah tentang 4 perkara.
Dari Abu Barzah Al-Aslami, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أربع : عن عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan, (3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi disohihkan Al-Albany dalam Ash-Shohihah, 946)
🌴Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ia ditanya tentang 4 perkara:
🌱Pertama, ditanya tentang umurnya, kesempatan dia hidup di dunia ini, untuk apa ia gunakan. Apakah dengan usia atau kesempatan itu dia gunakan untuk berfoya-foya, ataukah dia tidak merasa bahwasanya dia akan dikembalikan oleh Allah di hari kiamat nanti.
Jangan sampai kita menyesal seperti penyesalannya orang kafir ketika lalai akan datangnya kematian, kemudian nyawanya dicabut dalam keadaan belum bertaubat kepada Allah, maka apa yang terjadi kemudian,” Dan mereka (orang kafir) berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Itulah penyesalan mereka yang menyia-nyiakan umurnya, lalu dijawab oleh Allah penyesalan mereka,”Dan bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorangpenolongpun.”
(Fathir:37)
🌱Kedua, tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan ilmunya. Kita menuntut ilmu ini tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah, akan tetapi kita dituntut untuk mengamalkannya. Karena hakekat tujuan ilmu adalah pengamalannya. Allah akan meminta pertanggungjawaban tentang pengamalan ilmu yang kita pahami. Ilmu yang paling utama untuk kita pelajari adalah memahami kalimat tauhid لا إله إلا الله, sebagaimana firman-Nya:
فاعلم أنه لا إله إلا الله.
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan (Yang Hak) melainkan Allah.”
(Muhammad:19)
Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh untuk mencari ilmu tauhid, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian ilmu Islam yang lainnya sebelum datangnya hari pertanggung jawaban di Mahsyar nanti.
🌿Ada sebagian orang yang merasa tidak perlu ilmu yang banyak, biar tidak banya pertanyaannya dihari kiamat. Talbis Iblis semacam ini banyak menghinggapi orang-orang yang jahil dari ilmu agama. Padahal ilmu adalah jalan pintas yang paling mudah untuk menuju surga. Betapa banyak amal yang ringan tetapi sangat besar pahalanya, dan yang mengetahui hal ini hanyalah orang yang berilmu. Semetara orang yang jahil mereka berusaha beramal yang banyak tetapi tidak mendapatkan pahala bahkan bertambah dosanya karena terjerumus dalam amal bid’ah yang menyimpang atau riya’ yang merusak amalannya sedangkan dia tidak tahu.
🌱Ketiga, tentang hartanya, dari mana ia dapatkan harta tersebut dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan. Apakah harta tersebut dia peroleh dari jalan yang halal, ataukah harta tersebut diperoleh dari hal-hal yang haram. Apakah keluarganya diberi makan dari sesuatu yang haram, maka ketika itu Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada dia. Dan kemudian juga ditanya untuk apa harta tersebut dibelanjakan. Hendaknya kita waspada, terkadang kita tidak merasa bahwasanya harta ini, kita belanjakan untuk hal-hal yang akan menjauhkan seseorang atau keluarga kita dari perintah-perintah Allah.
🌿Semakin banyak harta yang kita miliki semakin banyak dan rumit pertanyaan di Mahsyar. Namun demikian bukan berarti kita bermalas-malasan supaya tidak memiliki harta yang banyak. Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyatakan: “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta ditangan Orang-orang yang sholih.”(HR Buhory dalam Adabul Mufrod,229 disohihkan Al-Albany). Apabila kita membelanjakan dalam jalan yang benar hal itu menjadi tambahan pahala kebaikan kita. Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya,”Sampai satu suap makanan yang kalian berikan kepada istri kalian adalah shodaqoh.”(Misykataul Masobih disohihkan Al-Albany,1674). Sabdanya,”Empat dinar, satu dinar yang engkau berikan berikan orang miskin adalah sodaqoh, satu dinar yang engkau berikan kepada budakmu adalah sodaqoh, satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah adalah sodaqoh, dan satu yang engkau nafkahkan kepada keluargamu adalah sodaqoh, dan yang paling utama adalah apa yang engkau nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Buhory dalam Adabul Mufrod disohihkan Al-Al-bany dalam Al-Jami’, 878)
🌱Keempat, tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan di dunia ini. Apakah tubuh tersebut dia gunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Dia lahir dalam keadaan tidak memiliki apa-apa, kemudian Allah karuniakan kepadanya penglihatan dan pendengaran. Dengan itu apakah dia bisa mengemban amanah dari Allah tersebut, yaitu menjaga pendengarannya, penglihatan, dan hatinya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Firman Allah:
ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Al-Isro’:37).
🌿 Allah mengingatkan bahwa dihari kiamat semua tubuh kita menjadi saksi atas perbutan kita didunia,” Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”(Yaasin:65). Wallahu a’lam

📚Sumber: Mausu’ah fil Hadits wal Qur’an

🍃Abu Yusuf Maaruhin Sahal, Lc

 ✏📚✒...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.