๐Ÿ”…๐ŸŒทORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN, TETAPI PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH๐Ÿ”…๐ŸŒท

๐Ÿ”…๐ŸŒทORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN, TETAPI PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH๐Ÿ”…๐ŸŒท

๐ŸŽ“Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, “Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?”

Beliau menjawab:

ุงู„ุตุงู„ุญ ุฎูŠุฑู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆุงู„ู…ุตู„ุญ ุฎูŠุฑู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆู„ุบูŠุฑู‡.

โฉ1. Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

ุงู„ุตุงู„ุญ ุชุญุจูู‡ ุงู„ู†ุงุณ. ูˆุงู„ู…ุตู„ุญ ุชุนุงุฏูŠู‡ ุงู„ู†ุงุณ .

โฉ2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, “Kenapa demikian?”

Jawabnya:

ุงู„ุญุจูŠุจ ุงู„ู…ุตุทูู‰(ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…) ู‚ุจู„ ุงู„ุจุนุซุฉ ุฃุญุจู‡ ู‚ูˆู…ู‡ ู„ุฃู†ู‡ ุตุงู„ุญ .

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.

ูˆู„ูƒู† ู„ู…ุง ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุตุงุฑ ู…ุตู„ุญู‹ุง ูุนุงุฏูˆู‡ ูˆู‚ุงู„ูˆุง ุณุงุญุฑ ูƒุฐุงุจ ู…ุฌู†ูˆู†.

Namun ketika Allah ta’ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll.

Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:
ู„ุฃู† ุงู„ู…ุตู„ุญ ูŠุตุทุฏู… ุจุตุฎุฑุฉ
ุฃู‡ูˆุงุก ู…ู† ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠุตู„ุญ ู…ู† ูุณุงุฏู‡ู… .

Karena Penyeru Kebaikan ‘menyikat’ batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar *BERSABAR* ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.

Disebutkan dalam Al Quran:

ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃู’ู…ูุฑู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงุตู’ุจูุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฒู’ู…ู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู

โ€œHai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)โ€ (๐Ÿ“–QS. Lukman: 17).

Berkata Ahlul Ilmi:

ู…ุตู„ุญูŒ ูˆุงุญุฏูŒ ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุขู„ุงู ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†.

“Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan).”

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikkan.

Dan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini.

Wallahu’alamu Walmuwafiq
Telah hamba sampaikan, YA ROBB

Insya Allah Bermanfaat

*Admin*

๐Ÿ“š *BARISAN CINTA SUNNAH* ๐Ÿ“š

โ€ขโ€ขโ€ขโ”ˆโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ—‹โ๐ŸŒปโโ—‹โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ”ˆโ€ขโ€ขโ€ข

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.