๐Ÿ“˜ Kitab Syarah Mandzumah Ushul Fiqih ๐Ÿ€ Kaidah yang Ke-5 ๐Ÿ€

๏ทฝ

๐Ÿ“š Kajian Kadang Temanggung
๐Ÿ—“ Rabu, 10 Dzulhijjah 1439H / 22 Agustus 2018M
๐Ÿ‘ค Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.
๐Ÿ“˜ Kitab Syarah Mandzumah Ushul Fiqih
โœ’ Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.

USHUL FIQIH

๐Ÿ€ Kaidah yang Ke-5 ๐Ÿ€

๐Ÿ‘‰๐Ÿผ Orang yang tidak tahu, dimaโ€™afkan; kecuali bila ketidak tahuannya akibat tidak mau menuntut ilmu.

Kaidah ini ditunjukkan oleh banyak ayat Alqurโ€™an diantaranya firman Allah Taโ€™ala:

ูˆู…ุง ูƒุงู† ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุถู„ ู‚ูˆู…ุง ุจุนุฏ ุฅุฐ ู‡ุฏุงู‡ู… ุญุชู‰ ูŠุจูŠู† ู„ู‡ู… ู…ุง ูŠุชู‚ูˆู†

โ€œTidaklah Allah menyesatkan suatu kaum setelah datang kepada mereka petunjuk sampai Dia menjelaskan kepada mereka perkara perkara yang harus dijauhi.โ€
[QS. At Taubah:115].

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam pernah melihat orang yang sholatnya tidak thumaโ€™ninah, lalu beliau menyuruhnya mengulanginya. Kemudian beliau mengajarkan tata cara sholat yang benar dan tidak menyuruhnya untuk mengulanginya kembali.

Adapun bila kebodohannya itu karena ia sengaja tidak mau menuntut ilmu dan meremehkannya maka pendapat para ulama menunjukkan ia tidak dimaโ€™afkan dan tetap diancam dengan api neraka.

Wallahu aโ€™lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.