📒 Manusia yang Allah kehendaki kebaikannya…

📒 Manusia yang Allah kehendaki kebaikannya…

✍Faedah dari hadits,

وَعَنْ مُعَاوِيَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ يُرِدِ اَللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي اَلدِّينِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Muawiyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah ia akan diberi pemahaman tentang agama.” Muttafaq Alaihi.

Berkata Syaikh Abdullloh Alu Bassam رحمه الله menerangkan faedah hadits ini,

  1. Hadits ini merupakan dalil akan agungnya fikih dalam agama, yang mana ia mencakup usul2 keimanan, syariat2 Islam, hakikat ihsan dan ilmu tentang halal dan haram.
    Maka dengan demikian, agama mrncakup seluruh aspek lenting dalam kehidupan, karena Jibril tatkala ditanya tentang persoalan2 tersebut kemudian ia menjawabnya. Dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepada para sahabat setelsh itu,
    هذا جبريل أتاكم يعلمكم دينكم.
    ” Ia adalah Jibril yang datang kepadamu untuk mengajarkan kepada kalian agama kalian”(HR Bukhory, 50 dan Muslim, 29).
  2. Adapun penamaan fikih sebagai ilmu tentang hukum2 syar’iyyah yang berkenaan dengan amal, maka penamaan itu hanyalah sebagai istilah belaka yang dibuat oleh ulama-ulama fikih belakangan, tetapi pada hakikatnya ia mencakup seluruh sendi agama, baik berupa hakikat2 keimanan, pengetahuan tentang hukum2 syariat Islam, dan pengetahuan tentang jalan2 untuk menggapai ridho Allah dengan pengetahuan tingkatan2 ihsan. Maka yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Allah akan menjadikan dia paham akan seluruh persoalan2 agama, dan memberinya taufiq untuk beramal terhadap apa yang dia pahami itu.
  3. Hadits ini mengisyaratkan, bahwa barangsiapa yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah, niscaya Allah tidak akan memberinya taufiq berupa pemahaman dan kemampuan untuk mengamalkan apa yang ia pahami dari agama ini. Dan isyarat ini telah disebutkan secara jelas pada riwayat Abu Ya’la (13/371).
    “Dan barangsiapa yang Allah tidak memberikan kepadanya pemahan, berarti Allah tidak lagi menghiraukannya.”
  4. Ilmu2 agama adalah amal2 yang bermanfaat, yang akan dirasakan oleh orang yang mendalaminya, mengamalkan dan mengajarkannya. Ilmu2 tersebut jika dikeluarkan haknya dengan semestinya, maka ia termasuk amalan2 yang akan abadi meskipun pelakunya telah wafat. Allah berfirman,

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”( Al-baqarah: 269)

  1. Banyak cara untuk mencapai pemahaman yang sempurna terhadap agama ini, diantaranya adalah dengan bertakwa kepada Allah dan ikhlas semata2 untuk meraih ridho Allah dalam menuntut ilmu. Dan juga, fitantara caranya adalah menempuh metode yang benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, yaitu dengan memulai mempelajari dan menghapalkan pelajaran2 yang ringkas kemudian meningkat dan meningkat. Dan tidaklah dibenarkan bagi seorang yang baru dalam menuntut ilmu untuk langsung mendalami masalah2 yang rumit, hingga akhirnya ia akan keluar dari belajarnya tanpa hasil yang memuaskan.

📚Dinukil dari Taudhihul Ahkam, Syaikh Abdulloh Ali Bassam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

  ✏📚✒.💫...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.