📒 Majelis ilmu…

📒 Majelis ilmu…

✍Tidak ada majelis yang lebih dari majelis ilmu.
Menghadiri majelis–majelis ilmu, walau untuk mendapatkannya harus menempuh jarak yang jauh harus dilakukan, sebagaimana yang Allah beritakan dalam Al-Qur’an kisah Nabi Musa عليه السلام pernah menemui Khaidir dan meminta darinya agar mau mengajarkannya ilmu.
Allah memerintahkan Nabi Musa عليه السلام untuk datang kepada Khidir عليه السلام dalam rangka mencari ilmu.
Musa berkata kepada Khaidir,

قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu–ilmu yang telah diajarkan kepadamu.” (Al Kahfi:66)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga telah memberitahukan keutamaan majelis ilmu,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, 2699)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, 2244; Ibnu Majah, 4102, dihadankan Al-Albani)

Para Ulama Salaf adalah orang-orang yang sangat bersemangat dalam mendatangi majelis ilmu. Mereka berlomba-lomba menjadi orang yang pertama kali mendatangi majelis ilmu dan tidak ingin terlambat sedetik pun. Di antara mereka bahkan rela menunggu sehari sebelumnya agar tidak terlambat dalam menuntut ilmu.

Majelis ilmu lebih baik daripada majelis zikir.

Syaikh DR. Abdur Razaq bin Abdul Muhsn Al Badr berkata,
“Tidak ada keraguan, bahwa menyibukkan dengan menuntut ilmu dan menghasilkannya, mengetahui halal dan haram, mempelajari Al Quran Karim dan merenungkannya, mengetahui Sunnah Rasulullah dan sirah beliau serta berita – berita beliau, adalah sebaik-baik zikir dan paling utama. Majelis-majelisnya adalah majelis–majelis paling baik. Majelis–majelis itu lebih baik daripada majelis–majelis zikrullah dengan tasbih, tahmid, dan takbir. Karena majelis–majelis ilmu berkisar antara fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Sedangkan zikir semata-mata hukumnya adalah sunnah.” (Fiqh Ad’iyah Wal Adzakar, Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al Badr).

Diantara adab yang harus dijaga dalam menghadiri majelis Ilmu, sebagaimana penjelasan Imam Ibn Hazm رحمه الله :

“إذا حضرت مجلس علم فلا يكن حضورك إلا حضور مستزيد علما وأجرا، لا حضور مستغنٍ بما عندك، طالبا عثرة تُشيعها، أو غريبة تشنعها، فهذه أخلاق الأراذل الذين لا يفلحون في العلم أبدا”.
📚الأخلاق والسير لأبي محمد بن حزم رحمه الله تعالى ص٩٠
“Jika kalian menghadiri majelis ilmu, maka janganlah kehadiranmu melainkan kehadiran untuk menambah ilmu dan pahala. Bukan kehadiran yang merasa cukup dengan apa yang kamu miliki, bukan untuk mencari ketergelinciran yang akan kamu sebarkanya, atau suatu keanehan yang kamu akan mencelanya.
Seperti ini adalah akhlaknya orang-orang rendah yang jahat yang tidak beruntung (bahagi) didalam ilmunua selamanya.”
📚Al-Akhlak wa As-siyar, okeh Abu Muhammad bin Hazm رحمه الله, h. 90

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💧…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.