📒 Jalan selamat dari fitnah…

📒 Jalan selamat dari fitnah…

✍Alloh telah mengingatkan hambanya dari bahaya fitnah dalam firmannya,

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖوَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.”( Al-Anfal: 25)

Dan kejadian fitnah ini sebagaimana kata Ibnu Abbas, yaitu ketika para Ulama meninggalkan amar ma’ruf dan mahi munkar saat merajalelanya kemaksiyatan ditengah-tengah manusia.”(Tafsir Ibnu Katsir)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Wabil As-Soyyib,

الفتنة لها سببان: إما ضعف العلم، وإما ضعف الصبر، فإن الجهل والظلم أصل الشر
Fitnah memiliki dua sebab:
(1) Kelemahan dalam ilmu,
(2) Kelemahan dalam sabar.
Sesungguhnya kebodohan dan kezaliman adalah pokok dari keburukan.(“al Madaakhil ilaa Atsaari Syaikhil Islam”, hal. 41-48, Syaikh Bakr Abu Zaid)

Semakin jauh generasi dari Nabi mereka maka semakin buruk pula generasi tersebut. Salah satu penyebabnya adalah jauhnya manusia dari ilmu agama mereka sendiri. Generasi pertama umat ini, yakni para Sahabat Nabi radhiyallahu anhum merupakan generasi yang terbaik, sebab merekalah yang paling dekat masanya dengan Nabi sehingga ilmu yang didapatkan langsung dari Nabi. Sehingga semakin jauh sebuah generasi dari ilmu dan Ulama yang menjadi pewaris Nabi maka semakin buruk pula generasi tersebut.
Adanya fitnah yang bergelombang telah dikabarkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم pada 14 abad silam. Fitnah yang akan dihadapi oleh umat ini. Fitnah yang banyak dan besar yang mana seorang mukmin akan takut akan menjadi hancur dengan datangnya fitnah tersebut menghampiri dirinya. Cara untuk terhindar dari bahaya fitnah tersebut adalah dengan mempelajari ilmu agama. Sebab ilmu agama mengandung rambu-rambu berupa perintah dan larangan, serta motivasi hidup dalam membimbing seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Sebagaimana sebuah penyakit memiliki suatu etiologi yang mendasari munculnya penyakit, maka fitnah juga memiliki beberapa penyebab sehingga fitnah-fitnah yang besar dan banyak tersebut dapat muncul ke permukaan.

Berkata Ibnu Qoyyim,
”Barang siapa yang merenungi apa yang terjadi di dalam islam dari fitnah-fitnah. Baik besar maupun kecil, ia akan melihat bahwa sumbernya adalah menyia-nyiakan kaidah ini dan tidak sabar atas kemungkaran. Ia berusaha untuk menghilangkannya, lantas terlahirnya darinya sesuatu yang lebih besar kemungkarannya.”(I’lamul Muwaqi’in)

Al Imam Ibnu Qayim Al Jauziyyah rahimahullah berkata dalam bukunya Ighatsatul Lahafan :
“Fitnah itu dua macam: fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Fitnah syubhat lebih besar bahayanya dari yang kedua. Maka fitnah syubhat ini terjadi disebabkan lemahnya bashirah dan sedikitnya ilmu.”[Mawaridhul aman, hal412]
Apalagi kalau dibarengi rusaknya niat, dan berperannya hawa nafsu maka akan timbul fitnah yang lebih besar dan musibah yang lebih berat, maka katakanlah sekehendakmu mengenai kesesatan yang ditimbulkan buruknya niat, pengendalinya hawa nafsu bukannya hidayah, disertai bashirahnya yang lemah dan sedikit ilmunya mengenai apa-apa yang Allah utus RasulNya dengannya, maka dia itu termasuk orang-orang yang Allah sebut mengenai mereka :
“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.” [An-Najm : 23]
Sampai beliau berkata,
“Fitnah syubhat ini, nanti ujungnya sampai kepada kekufuran dan kemunafikan, dan ini merupakan fitnahnya orang-orang munafik dan fitnahnya ahli bid’ah menurut tingkatan kebid’ahan mereka masing- masing, semuanya berbuat bid’ah disebabkan syubhat-syubhat yang meracuni mereka sehingga menjadi kabur tidak dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang petunjuk dan mana yang sesat.” [Mawaridhul aman, 412]
Sampai beliau berkata.
“Fitnah syubhat ini kadang timbul disebabkan pemahaman yang rusak, atau nukilan yang dusta, atau dari kebenaran yang tegak, tetapi tidak nampak oleh orang tersebut sehingga ia belum mencapainya, dan kadang dari tujuan yang buruk dan mengikuti hawa nafsu maka syubhat tersebut dari kebutaan dalam bashirah dan kerusakan dalam hal keinginan.”[Al-Mawaridh, 413]
Dalam halaman lain, beliau berkata .
“Dan pokok dari segala fitnah hanya terjadi dengan jalan mengutamakan aksl atas syariat, dan mengutamakan hawa nafsu dari pada mengikuti akal sehat. Maka yang pertama merupakan pokok fitnah syubhat, dan yang kedua pokok fitnah syahwat.”[Al-Mawaridh, 414]

Nabi صلى الله عليه وسلم telah memberikan solusi jalan keluar dari gelombang fitnah akhir zaman sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah ibnul Yaman,

هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرِّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا فَقُلْتُ يَا رَسُوْلُ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا قثلْتُ يَا رَسُوْلُ اللهِ فَمَاتَرَى إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ فَقُلْتُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلُ تِلكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?”
Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka”
Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?”
Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita”
Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini”
Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?”
Beliau menjawab :”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”.(HR Bukhari, 615 dan Muslim, 235 )

Wallohu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🔥…📌

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.