📒 Hidupnya Islam dengan ilmu …

📒 Hidupnya Islam dengan ilmu …

✍Karena begitu pentingnya ilmu bagi islam dan kaum muslimin, sehingga Allah melarang semua orang untuk pergi berjihad. Padahal amalan jihad adalah amalan utama untuk menegakkan islam. Harus ada yang pergi untuk menekuni ilmu.
Allah berfirman,

وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِیَنفِرُوا۟ كَاۤفَّةࣰۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةࣲ مِّنۡهُمۡ طَاۤىِٕفَةࣱ لِّیَتَفَقَّهُوا۟ فِی ٱلدِّینِ وَلِیُنذِرُوا۟ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ یَحۡذَرُونَ.
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”[Surat At-Taubah: 122]

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Setelah mereka ditegur oleh Allah karena tidak ikut berperang, maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan sariyyah (pasukan kecil), semuanya ikut berangkat, kemudian turunlah ayat di atas.
Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu syar’i, dan bahwa orang telah mempelajari ilmu hendaknya menyebarkannya di tengah-tengah hamba Allah, karena tersebarnya ilmu dari orang ‘alim (berilmu) termasuk keberkahannya dan pahalanya yang akan berkembang untuknya. Adapun jika dibatasi untuk dirinya saja dan tidak didakwahkannya di jalan Allah dengan hikmah dan nasehat yang baik serta tidak mengajarkan orang-orang bodoh hal-hal yang tidak mereka ketahui, maka apa hasil yang diperoleh dari ilmunya? Dirinya akan mati, ilmu dan buahnya pun mati, dan hal ini sungguh sayang bagi orang yang diberikan ilmu dan kepahaman. Dalam ayat ini juga terdapat petunjuk dan pengarahan, yakni bahwa kaum muslimin hendaknya membagi-bagi tugas, ada orang yang khusus mengisi waktunya untuk suau maslahat dan bersungguh-sungguh terhadapnya tidak berpindah kepada yang lain agar maslahat mereka tegak dan manfaat menjadi sempurna, meskipun jalur yang dilewati berbeda-beda, amal yang dilakukan tidak sama, namun tujuannya satu, yaitu menegakkan maslahat agama dan dunia mereka.
Dengan menyampaikan ilmu kepada mereka.
Dari siksaan Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas berkata, “Ayat ini khusus dengan sariyyah (pasukan kecil),” sedangkan ayat sebelumnya yang melarang seorang pun sahabat tidak ikut berperang adalah apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut berperang (ghazwah).
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

Islam adalah sebuah jalan hidup yang lengkap. Islam bukan sekedar agama yang mementingkan moral. Islam merupakan sebuah khazanah yang kaya dengan berbagai unsur. Salah-satu unsur peradaban yang penting yang turut membentuk peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan.
Islam adalah agama yang sangat mementingkan ilmu pengetahuan bagi penganutnya. Islam bahkan mengharuskan pemeluknya untuk belajar dan menuntut ilmu pengetahuan seumur hidup. Islam sendiri adalah agama yang menjadikan dirinya sebagai sebuah ilmu. Semua ilmu pada hakikatnya berasal dari Allah.Allah sendiri dalam Al-Qur’an menyatakan akan mengangkat derajat orang beriman yang berilmu lebih tinggi dari orang beriman biasa.
Perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah membaca. Perintah ini mengandung isyarat agar manusia belajar. Membaca adalah kunci ilmu pengetahuan. Hal ini sebenarnya sangat aneh karena perintah Allah yang pertama dalam Al-Qur’an bukan untuk beriman melainkan untuk membaca.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

“من طلب العلم ليحيى به الاسلام فهو من الصديقين ودرجته بعد درجة النبوة”

” Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i dalam rangka membela Islam, maka ia digolongkan termasuk as-Shiddiqqin, dan derajat tersebut setingkat dibawah derajat kenabian “. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/121)

Keutamaan orang-orang berilmu, disebutkan hadis, bagaikan bulan purnama di langit malam yang kelam.

وَ فَضْلُ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعَابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ عَلَى سَائِرُ اْلكَوَاكِبِ.
“Keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan ahli ibadah, seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang.” (HR.Abu Dawud, 3641), At-Tirmidzi, 2682 dishahihkan Al-Albany)

Selain itu ibadah orang yang berilmu lebih utama dari orang bodoh. Bahkan orang yang berilmu bagaikan Nabi bagi umatnya.

فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ
“Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamanku atas orang paling rendah dari kalian.” (HR. At-Tirmidzi, 2685 dan dishahihkan Al-Albani)

Peradaban Islam pada masa kejayaannya adalah peradaban ilmu pengetahuan. Ilmuwan-ilmuwan Islam banyak menyumbangkan karya-karya monumentalnya bagi dunia ilmu pengetahuan. Ilmuwan seperti Al-Biruni, Al-Khawarizmi, dan Al-Farabi telah menulis berbagai karya penting dalam bidang ilmunya masing-masing.

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahsl, Lc ✏📚✒.🔥..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.