📒 Hanya ittiba’, Tidak ada yang lain…

📒 Hanya ittiba’, Tidak ada yang lain…

✍Ittiba’ dengan petunjuk Nabi adalah jalan menuju keselamatan didunia dan akherat.

Allah berfirman,

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.(An-Nur: 54)

Allah berfirman, “Katakanlah (Muhammad), ‘Apabila kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian’.” (Ali Imran: 31)

Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Sesungguhnya barangsiapa yang masih hidup diantara kalian setelahku niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan petunjukku dan petunjuk para khalifah yang terbimbing. Berpegang teguhlah dengan petunjuk tersebut dan gigitlah (pegang erat, pen) petunjuk tersebut dengan (sekuat gigitan, pen) gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dari amalan yang diada-adakan (dalam agama) karena sesungguhnya setiap amalan yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud, 3991 dishohihkan Al-Albany)

Ketaatan dalam mengikuti Sunnah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ merupakan sumber segala kebaikan dan keselamatan, sedangkan penyimpangan dan pengingkaran atas sunnah Rasulullah merupakan jalan kehancuran dan kerusakan.
Allah berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’:59)

Allah menjadikan jalan yang benar dan jalan yang lurus adalah jalan yang dibawa oleh Rasulul-Nya. Dan itulah jalan yang selamat, sedangkan jalan-jalan yang lain adalah jalan kesesatan yang mengantarkan kepada kerusakan dan kehancuran sehingga pelakunya akan binasa mendapatkan siksaan dari Allah.
Allah befirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”(Al-An’am:153)

Allah memberikan ancaman bagi mereka yang menyelisihi perintah atau sunnah Rasul-Nya dengan adzab dan fitnah,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.”(An-Nur: 63)

Berkata Al-Imam Ath-Thobari,
”Allah akan menimpakan azab bagi mereka yang menyimpang dari perintah atau sunnah Rasulullah dengan fitnah atau azab. Adapun fitnah bagi mereka yang terjerumus kedalam penyimpangan sunnah Rasulullah itu berupa kesyirikan atau kefasikan. Sedangakan Azab bagi mereka yang menyimpang dari perintah atau sunnah Rasulullah disegerakan didunia dengan tiba-tiba juga azab yang pedih di akherat.”(Tafsir Ath-Thobary)

Al-Imam az-Zuhri berkata, “Dahulu para ulama kita mengatakan, ‘Berpegang teguh dengan petunjuk Rasulullah adalah keselamatan.” (Sunan ad-Darimi 1/44)

Abdullah ad-Dailami berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa awal mula pudarnya agama adalah meninggalkan petunjuk Rasulullah, hilangnya agama adalah dimulai dengan hilangnya sunnah demi sunnah sebagaimana putusnya tali seutas demi seutas.” (Sunan ad-Darimi 1/44)
Wallohu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💧…🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.