💫 Bermegah-megahan dengan harta…

💫 Bermegah-megahan dengan harta…

Tadabbur ayat Al-Qur’an

✍Allah berfirman,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ.
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur.”(At-Takatsur: 1-2)

Allah berfirman, kalian terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Dan hal tersebut terus menimpa kalian sehingga kematian menjemput kalian, lalu kalian mendatangi kuburan dan menjadi salah satu dari penghuninya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, dari ketaatan, sampai kamu masuk ke dalam kubur –sampai kematian menjemput kalian.”(Riwayat Ibnu Abi Hatim)

Al-Hasan al-Basrhri mengatakan:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
“Bermegah-megahan  telah melalaikanmu.” yakni dalam hal harta dan anak.
Dari Ubay bin Ka’ab berkata: “Kami pernah melihat hal ini dari al-Qur’an sehingga turun:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
“Bermegah-megahan telah melalaikanmu.” yakni seandainya anak Adam memiliki lembah emas.”(HR. Al-Bukhory)

Ibnu ‘Abdillah bin asy Syikhir dari ayahnya berkata:
“Kami pernah sampai kepada Rasulullah yang ketika itu beliau mengatakan:
“Bermegah-megahan telah melalaikanmu.” anak Adam mengatakan: hartaku, hartaku. Tidaklah kamu mendapatkan dari hartamu itu kecuali apa yang kamu makan, lalu habis atau kamu pakai lalu usang, atau kamu sedekahkan sehingga akan terus mengalir?” (HR Muslim dan Ahmad)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Ada tiga hal yang mengantarkan jenazah, lalu dua di antaranya masih kembali sedang satu lagi tetap bersamanya; jenazah itu diantar oleh keluarga, harta dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya kembali pulang sedangkan amalnya tetap bersamanya.” (HR Bukhory dan Muslim)

Nabi bersabda: “Anak Adam itu akan menjadi tua dan ada dua hal yang akan tetap bersamanya; ketamakan dan angan-angan.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir menyebutkan di dalam biografi al-Ahnaf bin Qais dan namanya adalah adl-Dlahhak, bahwasannya dia pernah melihat uang dirham di tangan seseorang, lalu ia bertanya: “Milik siapa dirham ini?” lalu orang itu berkata kepadaku, dia mengatakan: “Uang itu akan menjadi milikmu jika engkau menginfakkannya, baik untuk memperoleh pahala maupun untuk mendapatkan rasa syukur.” Kemudian al-Ahnaf mengumandangkan ungkapan seorang penyair: “Engkau akan menjadi milik hartamu jika engkau menahannya, dan jika engkau menafkahkannya maka harta itu akan menjadi milikmu.”

📚Dinukil dari tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

  ✏📚✒.💧...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.