?Sumber malapetaka…

?Sumber malapetaka…

✍Bencana atau malapetaka itu tidak terjadi serta merta tanpa sebab.
Alloh telah menciptakan hukum kauniyah di alam semesta yang saling terkait satu dengan yang lainnya.
Termasuk pula kejadian bencana di alam semesta ini.

Alloh berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(Ar-Rum : 41)

Dan awal sumber segala bencana pada diri manusia maupun lingkungannya itu diawali karena kejahilan dan tidak adanya ilmu

Berkata Al-Imam Ibnul Qoyyim,

فأصلُ البلاءِ كلِّه من الجهل وعدم العلم . شفاء العليل [٢/٤٧]

Sumber segala bencana adalah kejahilan dan tidak adanya ilmu.( Syifaul ‘Aliil 2/47)

Dari kejahilan itu bermunculanlah dampak fitnah berikutnya.

Dan fitnah yang paling dahsyat dari kejahilan adalah fitnah kesyirikan.

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
” …. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan”(Al-Baqoroh : 191)
Para mufassirin menafsirkan fitnah yang dimaksud dalam ayat ini adalah kesyirikan. (Tafsir Ibnu Katsir)
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata,

أصول المعاصي كلها كبارها وصغارها ثلاثة :
تعلق القلب بغير الله , وطاعة القوة الغضبية , والقوة الشهوانية .
وهي : الشرك , والظلم , والفواحش .
فغاية التعلق بغير الله شرك , وأن يدعي معه إله آخر , وغاية طاعة القوة الغضبية القتل , وغاية طاعة القوة الشهوانية الزنا , ولهذا جمع الله – سبحانه وتعالى – بين الثلاثة في قوله : وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Induk segala kemaksiatan, baik yang besar ataupun yang kecil ada tiga, yaitu:
Keterikatan hati kepada selain Allah Ta’ala.
Menuruti dorongan emosi, yang tidak lain adalah zhalim.
Menuruti kekuatan nafsu syahwat.
Tujuan akhir keterikatan hati dengan selain Allah Ta’ala adalah syirik dan mengklaim ada tuhan baru selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tujuan akhir menuruti dorongan emosi adalah membunuh.
Dan tujuan akhir menuruti kekuatan nafsu syahwat adalah zina.

Oleh karenanya, Allah menyebutkan ketiga hal itu secara bersamaan di dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (Al-Furqan: 68) [Al-Fawaaid hal.106]

Dan Allah mengingatkan tentang keberadaan mereka sebagai manusia yang selalu merasa benar dengan perbuatannya, padahal mereka itu adalah makhluk yang paling merugi karena pwebuatannya.

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Al-Kahfi : 103-106)

Sebagai pengingat kita untuk membersihkan hati menjelang musim ketaatan Romadhon 1438 H…

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒.?..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.