?Amalkan sunnah itu…!

?Amalkan sunnah itu…!

✍Untuk setiap muslim, ketika sudah datang penjelasan tentang sunnah amalkan segera, jangan dicari-cari alasan untuk meninggalkannya, walaupun itu hanya sekedar amalan remeh dan ringan, karena semata mengharapkan pahalanya.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚوَاتَّقُوا اللَّهَ ۖإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.”(Al-Hasyr : 7)

Dan mengamalkan Sunnah Nabi itu merupakan bukti cinta seorang mukmin kepada Rasusulloh صلى الله عليه وسلم.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Ali Imron: 31)

Para ulama menerangkan tentang pembagian Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم ada 3 bagian, sebagaimana penjelasan Imam Syafi’i.
Imam Al-Baihaqi berkata:
“Berkata Imam Syafi’i رحمه الله :’Bahwa Sunnah Rasulullah terdiri dari tiga macam”.
[1] Apa yang diturunkan Allah di dalam nash Al-Kitab maka Rasulullah menetapkan suatu Sunnah yang sama dengan nash yang ada dalam Kitabullah itu.
[2] Apa yang diturunkan Allah di dalam Al-Kitab berupa sesuatu yang bersifat umum, lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم menerangkan maksud yang diinginkan dari sesuatu yang bersifat umum dalam Kitabullah itu dan menjelaskan rinciannya serta menjelaskan bagaimana caranya hamba Allah melakukan yang dimaksud
[3] Rasulullah صلى الله عليه وسلم menetapkan suatu hukum (ketetapan suatu perbuatan) yang mana hukum yang ditetapkan beliau itu tidak ada nashnya dalam Kitabullah.(Miftahul Jannah fii Al-Ihtijaj bi As-Sunnah)

Ada yang menambahkan lagi, yaitu suatu amalan yang beliau tidak melakukannya padahal sangat mungkin untuk dilakukan dan beliau mampu, dan sunnah seperti ini disebut Sunnah At-Tarkiyah.
Seperti melafadzkan ‘الصلاة الحامعة‘ untuk memanggil sholat jamaah selain sholat fardhu.
Tapi beliau hanya melakukannya untuk sholat gerhana dan tidak melakukannya untuk shloat jamaah yang lain, maka beliau meninggalkannya untuk memanggil sholat jamaah yang lainnya ini dinamakan Sunnah At-Tarkiyyah.
Srbagaimana hal ini kita dapatkan dari Abu Hurairah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

اتركوني ما تركتكم
“Biarkanlah apa-apa yang aku biarkan untuk kamu.” (HR Ibnu Baththah)

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam Shahih-nya, dari Abu Hurairah juga, dengan lafadz:

دعوني ما تركتكم ، إنما أهلك من كان قبلكم سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم …
“Tinggalkan aku apa-apa yang aku biarkan untuk kamu. Sesungguhnya kebinasaan umat-umat sebelum kamu adalah karena pertanyaan dan perselisihan mereka terhadap Nabi-nabi …”

Para ulama salaf mengingatkan akan bahayanya menyelisihi sunnah Nabi.
Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Imam Mâlik didatangi seorang lelaki, lalu bertanya:
“Wahai Abu ‘Abdullâh, dari mana aku memulai ihrom?”
Beliau menjawab:
“Dari Dzul Hulaifah, tempat berihrom Rasulullah ”.
Lelaki tadi berkata:
“Aku ingin berihrom dari masjid di dekat kubur (saja)”.
Imam Malik berkata:
“Jangan engkau lakukan (itu), aku khawatir musibah akan menimpamu”.
Dia bertanya:
“Musibah apa?”
Imam Malik menjawab:
“Apakah ada musibah yang lebih besar dari anggapanmu bahwa engkau meraih keutamaan yang tidak dapat diraih oleh Rasûlullâh ?
Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-nya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (an-Nûr/24:63). [Ilmu Ushûl Bida’, hlm. 72]

Wallohu a’lam

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒ ?..?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.