๐Ÿ’ง Tauhid adalah jalan utama menuju keselamatan…

๐Ÿ’ง Tauhid adalah jalan utama menuju keselamatan…

โœTauhid itu merupakan kunci yang menjadi sebab keselamatan seseorang di dunia dan akherat

Tauhid merupakan inti dan dasar dari seluruh tata nilai dan norma Islam, sehingga oleh karenanya Islam dikenal sebagai agama Tauhid, yaitu agama yang mengesakan Tuhan. Bahkan gerakan-gerakan pemurnian Islam terkenal dengan nama gerakan muwahhidin, yaitu yang memperjuangkan Tauhid. Dalam perkembangan sejarah kaum muslimin, Tauhid itu telah berkembang menjadi nama salah satu cabang ilmu Islam, yaitu ilmu Tauhid, yakni ilmu yang mempelajari dan membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan keimanan terutama yang menyangkut masalah ke-Maha Esa-an Allah.

Ajaran Tauhid bukan hanya ajaran Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…, tetapi merupakan ajaran setiap Nabi dan Rasul yang diutus Allah.

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ููˆุญููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.(Al-Anbuya: 25).

Alloh memerintahkan kepada semua orang beriman untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari api nereka.
Firmnnya:

ูŠุงุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ู‚ูˆุง ุฃู†ูุณูƒู… ูˆุฃู‡ู„ูŠูƒู… ู†ุงุฑุง.
“Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api nerak”.(At-Tahrim: 5).
Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… telah menyebutkan beberapa amalan sebagai benteng dari api neraka.

Dan pemahaman Tauhid inilah amalan yang pertama yang harus menjadi perhatiaan seseorang untuk diajarkan kepada keluarganya.

Mentauhidkan Allah dan menjauhkan diri dari kesyirikan yang menjadikan Nabi Ibrohim ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… sebagai teladan bagi ummat manusia.

Dengan Tauhid inilah pokok keselamatan seorang manusia dari azab Allah di dunia dan di akhirat akan didapatkan.
Alloh berfirman,

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูุณููˆุง ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุธูู„ู’ู…ู ุฃููˆู„ูŽูฐุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
[Al-An’am: 82]

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhory, ketika Rasululloh ditanya oleh para sahabat tentang dholim dalam ayat ini adalah Syirik.

Ketika syirik itu menjadi penghalang seseorang mendapatkan petunjuk dan keselamatan didunia dan diakherat, maka Tauhid menjadi jalan pokok untuk mendapatkan petunjuk dan keselamatan didunia dan akherat.

Tauhid adalah fondasi semua amalan. Amalan seseorang tidak akan diterima tanpa tauhid. Disebutkan dalam sebuah hadits,

ุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงุฐู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุฏููŠูู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐู. ู‚ูู„ู’ุชู: ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุณูŽุนู’ุฏูŽูŠู’ูƒูŽ. ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง: ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูุŸ ู‚ูู„ู’ุชู: ู„ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง. ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽุงุฑูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐู. ู‚ูู„ู’ุชู: ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุณูŽุนู’ุฏูŽูŠู’ูƒูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุง ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุนูŽุฐูู‘ุจูŽู‡ูู…ู’

Dari Muadz bin Jabal , beliau berkata, โ€œSuatu saat saya dibonceng Nabi di atas keledai.
Beliau bertanya, โ€˜Wahai Muadz.โ€™ Saya menjawab, โ€˜Aku selalu menyambutmu.โ€™ Beliau mengatakan hal itu tiga kali (dan saya jawab tiga kali juga).
Beliau mengatakan, โ€˜Tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba?โ€™ Saya menjawab, โ€˜Tidak.โ€™
Nabi mengatakan, โ€˜Hak Allah atas para hamba adalah mereka mengibadahi-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.โ€™ Kemudian beliau berjalan beberapa saat, dan berkata, โ€˜Wahai Muโ€™adz.โ€™ Dijawab, โ€˜Aku selalu menyambutmu.โ€™
Beliau bertanya, โ€˜Tahukah kamu, apa hak mereka atas Allah apabila mereka melakukannya? Allah tidak akan mengazab merekaโ€™.โ€ (HR. al-Bukhari no. 6267)

๐Ÿ“ŒMari kita selamatkan diri kita dan keluarga dengan Tauhid.

Wallohu a’lam

๐ŸƒAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

โœ๐Ÿ“šโœ’.๐Ÿ”ฅ..๐Ÿ’ฆ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.