💧 Mahalnya waktu…

💧 Mahalnya waktu…

✍Allah hanya bersumpah dengan diri-Nya yang mempunyai sifat-sifat khusus serta dengan bukti kekuasaan-Nya, akan tetapi ketika Allah bersumpah dengan sebagian makluk-Nya, maka hal itu menunjukkan bahwa makluk tersebut merupakan sebagian dari bukti kekuasaan-Nya yang agung. Adapun sebagian makhluk Allah yang dipakai dalam bersumpah adalah waktu.
Allah bersumpah didalam Al-Qur’an dengan waktu dalam banyak ayat.
Sebagaimana ayat berikut:

  1. Waktu Fajar (Al-Fajr:1-4)
    والفجر.
    وليال عشر.
    والشفع وابوتر.
    والليل إذا يسر
    Dalam surrah ini, Allah bersumpah dengan empat wakty, yaitu:
    a. Wal fajr, Allah bersumpah dengan fajar sekaligus menjadi nama surrah ini.
    b. Walayalin asyr, demi malam yang sepuluh
    c. Wasy-syaf’I wal watr: dan demi yang genap dan ganjil, maksudnya seolah-olah Allah bersumpah dengan segala sesuatu karena sesuatu itu selalu genap dan ganjil.
    d. Wallayli idza yasr: dan demi malam yang telah berlalu.
  2. Waktu Subuh.
    Allah bersumpah dengan waktu shubuh dalam 2 ayat,
    والصبح إذا أسفر.
    “Dan demi Subuh yang mulai terang”(Al- Mudatsir:34),

والصبح إذا تنفس
“Dan demi Subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”(At-Takwir: 18)

  1. Waktu Dhuha.

والضحى.
“Demi waktu dhuha” (Ad-Dhuha: 1)

  1. Waktu Nahar.
    Allah bersumpah dalam 2 ayat,
    والنهار إذا جلىها
    “demi siang apabila menampakkannya” (Asy-Syams: 3),
    والنهار إذا تجلى
    “Demi waktu siang apabila terang benderang”(Al-Lail: 2)
  2. Waktu Malam
    Allah bersumpah dengan ini dalam,
    والليل إذا يغشى
    “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)”(Al-Lail:1-2),
    والليل إذا سجى
    “Dan demi malam apabila telah sunyi”.(Ad-Duha: 2),

والليل وما وسق
“Demi malam dan apa yang diselubunginya.”(Al-insyiqaq:17), dan
والليل إذ أدبر.
“Dan demi malam ketika telah berlalu.”(Al-mudatsir: 33)

  1. Waktu Kiamat.
    Allah berfirman:
    لا أقسم بيوم القيامة.
    ولا أقسم بالنفس اللوامة
    “Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”.(Al-Qiyamah : 1-2)
  2. Waktu Ashr.
    Allah berfirman,
    والعصر.
    “Dan demi masa (waktu).” (Al-Ashr: 1)

Surrah al-Ashr memberitahukan tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan aktifitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sebab jika tidak, maka kerugian dan kecelakaanlah yang akan didapati. Menurut Ibnu Katsir, Allah bersumpah dengan al-ashr (masa) adalah karena dengan waktu manusia dapat beraktifitas yang baik atau buruk

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata,

إضاعةُ الوقت أشدُّ من الموت ؛ لأنَّ إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة، والموتُ يقطعك عن الدنيا وأهلها

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya”. [Al-Fawaid hal 44]

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

  ✏📚✒.🥀..✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.