๐Ÿ’ง Kemuliaan Ilmu dan Ahlinya…

๐Ÿ’ง Kemuliaan Ilmu dan Ahlinya…

โœIlmu yang wajib dipelajari setiap muslim adalah ilmu yang dengannya dia mengenal Allah, Rasul-Nya dan agama Islam.

Dengan ilmu inilah derajat manusia ditinggikan dihadapan seluruh makhluk.
Persaksian Ahli ilmu disejajarkan dengan persaksian Allah dan Malaikat-Nya merupakan hujjah yang nyata atas kemuliaan dan ketinggian derajat mereka.
Allah berfirman:

ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ู‡ููˆูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู
โ€œAllah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.โ€ (Ali Imran: 18)

Allah menjadikan persaksian kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah dari tiga hal, yaitu Allah sendiri, malaikat, dan ahli ilmu. Ini menunjukkan keutamaan ahli ilmu karena persaksian hanya diambil dari orang khusus.
Dalam ayat ini ada keutamaan ahli ilmu:
โ–ถAllah menjadikan mereka sebagai saksi kalimat teragung yang karenanya Allah menciptakan Surga dan Neraka, mengutus para Rasul dan Kitab, dan menciptakan manusia dan jin.
โ–ถAllah mengiringkan nama ahli ilmu dengan Rabb semesta alam dan makhluk mulia para malaikat.
โ–ถAllah mengutamakan ahli ilmu daripada manusia lainnya.
โ–ถAhli ilmu adalah orang mulia dan istimewa karena persaksian kalimat termulia dan istimewa tidak diambil kecuali dari orang mulia dan istimewa.
โ–ถHamba Allah yang dapat menegakkan keadilah setelah malaikat hanyalah Ahli ilmu.

Allah menjamin ketinggian derajat ahli ilmu dalam Al-Qur’an.
Firman Allah:

ูŠุฑูุน ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ู…ู†ูƒู… ูˆุงู„ุฐูŠู† ุฃูˆุชูˆุง ุงู„ุนู„ู… ุฏุฑุฌุงุช.
“Allah akan meninggikan derajat orang2 yang beriman dan orang2 yang punya ilmu beberapa derajat”.(Al-Mujadikah:11).

Manusia yang terbaik dan termulia adalah mereka yang dipahamkan terhadap Islam.
Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ู…ู† ูŠุฑุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ุฎูŠุฑุง ูŠูู‚ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†.
“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah padany kebaikan maka Allah fahamkan dia kepada agamany”.(HR Al-Bukhory, Muslim)

Allah memuji Ahli Ilmu karena mereka adalah hambanya yang dapat melihat dengan nyata dan benar kehidupan ini denfan ilmunya.
Allah berfirman:

ุฃูŽููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูƒูŽู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑู ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ุฃู„ู’ุจูŽุงุจู
โ€œAdakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.โ€ (Ar-Raโ€™du : 19)

Ilmu adalah cahaya untuk melihat hakikat segala urusan. Hakikat melihat bukan dengan mata tetapi dengan hati. Inilah penglihatan yang tajam dan sangat bermanfaat.

Dan Ahli Ilmu adalah manusia terbaik dari seluruh Manusia.
Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ููŽุถู’ู„ู ุงู„ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุนูŽุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’
โ€œKeutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamanku atas orang paling rendah dari kalian.โ€ (HR. At-Tirmidzi, 2685 dishahihkan Al-Albani)
Dan cukuplah hadits ini sebagai saksi kemulian ilmu dan ahlinya.

Para Salaf mendapatkan kemulyaan didunia, tidak lain karena mereka telah memulyakan ilmu dan menempatkan ilmu sebagai prinsip jalan yang pokok dalam hidup mereka.

Hamdan Al-Ashbahani berkata : “Suatu ketika aku berada di majelis Syarik ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡, lalu datanglah kepadanya salah seorang anak Khalifah al-Mahdi. Selanjutnya anak itu bersandar ke dinding dan bertanya kepada Syarik tentang sebuah hadits. Namun beliau tidak menoleh kepadanya, melainkan tetap menghadap kami. Pertanyaan pun diulangi, tetapi beliau tetap melakukan hal yang serupa. Maka anak Kholifah itu berkata, ‘Apakah engkau merendahkan anak Kholifah?’. Syarik mengatakan, ‘Tidak, akan tetapi ilmu lebih mulia di sisi Alloh Ta’aala daripada aku merendahkannya.’ Kemudian ia pun berlutut. Syarik berkata, ‘Demikianlah ilmu itu dituntut.'” (Shuwar min hayati tabi’ien. 193)

Abdurrohman bin Jarir rohimahulloh berkata kepada putranya :

ูˆูŽ ุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ูŠุงูŽ ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽุทู’ู„ูุนู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽ ูŠูู‚ู’ุจูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุงู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ูˆูŽ ุนูู„ู’ู…ูู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุชูŽุบูŽู„ูŽุจูŽุงู†ู ูููŠู’ ุตูŽุฏู’ุฑูู‡ู ุชูŽุบูŽุงู„ูุจูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุฎูŽุงุตูู…ูŽูŠู’ู†ู. ููŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽู„ูŽุจูŽ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุบูู†ู’ู…ู ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽ ูŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽู„ูŽุจูŽ ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูุณู’ุฑูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู
โ€œโ€ฆKetahuilah! -Wahai anakku-, bahwa tidaklah satu hari di mana matahari terbit melainkan seorang penuntut ilmu berhadapan dengan hawa nafsu dan ilmunya, kemudian keduanya bertarung di dalam dirinya seperti pertarungan yang sengit. Apabila ilmunya mengalahkan hawa nafsunya maka itulah hari keberuntungannya. Dan apabila hawa nafsunya mengalahkan ilmunya maka itulah hari kerugian bagi dirinya.โ€(Minhajul qosidin)
Wallahu a’lam

๐ŸƒAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

โœ๐Ÿ“šโœ’.๐Ÿ’ซ…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.