💧 Kalian ummat yang unggul, bukan pembebek ummat yang lain …

💧 Kalian ummat yang unggul, bukan pembebek ummat yang lain …

✍Fenomena keunggulan ummat Islam sudah nampak dalam berbagai kurun abad sebelum ini. Mereka menjadi ummat terdepan dan terunggul dari semua ummat yang ada.
Dan kemulyaan ini diperoleh oleh mereka karena mereka istiqomah diatas Islam yang mereka yakini.
Namun kini, kenyataannya berbalik. Hanya karena ingin hura–hura dengan tahun baruan mereka tanggalkan semua baju kemulyaan ini.

Allah telah menjanjikan kemuliaan ini dalan firmannya,

فَلَا تَهِنُوا۟ وَتَدۡعُوۤا۟ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن یَتِرَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ.
“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.”[Surat Muhammad: 35]

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di,
Yakni janganlah kamu lemah dan takut ketika bertemu dengan orang-orang kafir, bahkan bersabarlah dan tetap teguhlah serta kuatkanlah dirimu untuk berperang dan bersabar di dalamnya sambil mengharapkan keridhaan Tuhanmu, membela Islam dan membuat mereka murka. Dan janganlah kamu meminta damai karena ingin istirahat.
Dengan memberikan bantuan dan pertolongan.
Ketiga hal ini (lebih unggul, Allah bersama mereka (kaum mukmin) dan Dia tidak akan mengurangi amal mereka) menghendaki mereka untuk bersabar dan tidak bersikap lemah.
Pertama, mereka lebih unggul, yakni telah sempurna segala sebab kemenangan dan mereka telah dijanjikan oleh Allah dengan janji-Nya yang benar. Seseorang tidaklah lemah kecuali apabila ia lebih kalah unggul oleh orang lain dan kurang jumlahnya dan persiapannya serta kekuatannya luar dan dalam.
Kedua, Allah Subhaanahu wa Ta’aala bersama mereka, karena mereka kaum mukmin, sedangkan Allah bersama orang-orang mukmin dengan memberikan pertolongan dan bantuan-Nya. Hal ini menghendaki hati mereka menjadi kuat dan siap melawan musuh.
Ketiga, Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak akan mengurangi amal mereka, bahkan akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah dari sisi-Nya, terlebih dalam amalan jihad, maka infak untuknya akan dilipatgandakan sampai 700 kali lipat dan sampai kelipatan yang banyak. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,” (At Taubah: 120)
Jika seseorang mengetahui, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak akan menyia-nyiakan amalnya dan jihadnya, maka hal itu mengharuskan dirinya semangat, mengerahkan kesungguhannya dalam hal yang membuahkan pahala yang besar. Lalu bagaimana jika ketiga hal ini (lebih unggul, Allah bersama mereka (kaum mukmin) dan Dia tidak akan mengurangi amal mereka) berkumpul bersama, tentu akan membuahkan semangat yang tinggi. Ini adalah dorongan dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada hamba-hamba-Nya serta penguatan dari-Nya untuk menguatkan diri mereka terhadap sesuatu yang di sana terdapat kebaikan dan keberuntungan mereka.
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Umat Islam merupakan umat yang terbaik. Allah betfirman,

كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” [Ali Imron: 110].

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّكُمْ تُتِمُّوْنَ سَبْعِيْنَ أُمَّةً أَنْتُمْ خَيْرُهَا وَ أَكْرَمُهَا عَلَى اللهِ
“Sesungguhnya kalian yang menyempurnakan menjadi tujuh puluh umat. Kalianlah umat yang terbaik dan paling mulia di sisi Allah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan Al-Albani dalam Shahihul Jami’, 2301).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan, kemuliaan umat Islam tidak lain karena kemuliaan Nabi Muhammad صلى الله عليه ‘سلم.
Nabi Muhammad adalah makhluk paling terhormat dan Rasul paling mulia di sisi Allah. Beliau diutus Allah dengan syariat yang sempurna nan agung yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi dan Rasul sebelumnya.

Masihkah kita akan biarkan ummat ini terpuruk karena ulah kita sendiri…?
Apa yang kita dapatkan dari pesta pora tahun baruan itu …?
Hanya kehinaan yang didapat.

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc ✏📚✒.💧..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.