💧 Jangan tiru mereka…!

💧 Jangan tiru mereka…!

✍Peringatan bagi Umat ini tentang adanya orang-orang Islam yang mereka akan diazab dengan azab yang hina seperti umat terdahulu.

Agar kita tidak terjerumus kepada kehinaan yang telah menimpa kaum sebelum kita.

Orang-orang Yahudi telah diazab oleh Allah dengan azab yang sangat menghinakan. Diantara mereka ada yang dirubah menjadi kera dan babi, dan azab ini tidak lain karena perbuatan mereka yang sangat melampui batas.
Allah berfirman:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ * قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ.
” Katakanlah (Ya Muhammad): “Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?”
Katakanlah (Ya Muhammad):
“Apakah aku akan beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”
Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”(Al-Maidah: 59-60)

Berikut ini merupakan peringatan bagi mereka yang masih menginginkan hatinya selamat, hidup, dan bercahaya sampai ia menemui Rabbnya nanti. Karena hanya itulah bekal yang bermanfaat baginya, sebagaimana firman Allah :

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ * إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) pada hari yang tidak berguna harta dan anak-anak kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Asy Syu’ara : 88-89)

Kengerian azab ini juga bisa menimpa diantara umat ini tatkala mereka melakukan perbuatan yang melampaui batas.

Doantara perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan azab kehinaan itu, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم berikut :

Dari Abi Malik Al Asy’ari, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : “Sesungguhnya akan ada sebagian manusia dari umatku meminum khamr yang mereka namakan dengan nama-nama lain, kepala mereka bergoyang-goyang karena alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita, maka Allah benamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh 1/1/305, Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah disohihkan Al-Albani di Tahrim ‘alath Tharb, 45-46)

Dari Imran bin Hushain, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Pada umatku nanti akan ada (siksaan atau bencana yang berupa) pembenaman, pelemparan dan pengrubahan bentuk.” Lalu salah seorang di antara kaum muslimin ada yang bertanya. “Kapan hal itu terjadi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika telah tampak berbagai qainah, alat-alat musik dan diminumnya khamr.” (HR At-Tarmidzi dihasankan Al-Albany)

Dari Ali, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Jika umatku telah melakukan lima belas perilaku, maka ia layak mendapatkan bala’ (bencana),” Ditanyakan, “Apa saja kelima belas perilaku itu ya Rasulullah” Beliau menjawab, “Jika kekayaan hanya berputar pada kalangan tertentu, amanat menjadi barang rampasan, zakat menjadi utang; seorang lelaki (suami) menurut pada istrinya dan mendurhakai ibunya; berbuat baik kepada teman namun kasar terhadap ayahnya sendiri; ditinggikannya suara-suara di masjid; yang menjadi pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina di antara mereka; seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya; diminumnya khamr; dipakainya kain sutera, mengambil para biduanita; dan orang-orang akhir dari umat ini telah melaknat orang-orang terdahulu. Maka kalau sudah demikian, tunggulah datangnya angin merah, pengamblesan bumi dan pengubahan bentuk.” (HR Ibnu Abiddunya.
Di dalam sanad hadits ini terdapat Al Farj bin Fadhalah yang oleh sebagian ahli hadits dinyatakan dha’if mengenai hafalannya, namun Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Takhrijul Misykat hal 5451).

Hukuman-hukuman Allah سبحانه وتعالى ini berjalan sesuai dengan keadilan-Nya. Keserupaan orang-orang yang tertimpa azab seperti umat dahulu tidak lain disebabkan oleh perbuatan mereka yang melampui batas sebagaimana umat terdahulu.
Wabillahit taufiq.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

   ✏📚✒.✨...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.