💞 Manusia yang terikat cinta karena Allah…

💞 Manusia yang terikat cinta karena Allah…

✍Rasulullah telah memberikan deskripsi tentang makna “Dua orang yang saling mencintai karena Allah”

وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
“Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah semata-mata karena Allah.””(Mittafaq alaih), yaitu dua orang yang keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena Allah.
Mereka mengikatkan diri mereka kepada saudaranya dilandasi kepentingan karena Allah bukan selainnya, dari perkara duniawiyah, keturunan atau kepentingan kebangsaan. Yang menjadikan mereka terikat satu dengan yang lainnya adalah ukhuwah imaniyah, yang mereka memiliki tujuan dan prinsip yang sama yaitu untuk meninggikan kalimat Allah. Sehingga ketika dia memilih pemimpin memilih karena agamanya, ketika memilih bawahan memilih juga karena agamanya, ketika dia berteman memilih teman yang sholih, ketika mereka memilih pasangan hidup mereka melihat agamanya lebih dulu sebelum yang lainnya, ketika memilih lingkungan mereka memilih biah yang islamy, sehingga selamatlah diri dan keluarganya dari kotoran-kotoran penyimpangan yang membahayakan.
Generasi yang telah merealisakan ikatan cinta karena Allah secara sempurna adalah generasinya para Sahabat Rasulullah. Tatkala Sahabat Muhajirin yang hijrah dari Mekkah, pertama kali sampai di Madinah mereka dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Sahabat Anshor, penduduk asli Madinah. Dan meereka menampakkan rasa cintanya kepada saudaranya, walaupun tanpa ikatan darah dan keturunan, tapi mereka mencintai saudaranya melebihi cintanya kepada saudaranya yang sedarah.
Allah mengungkapkan kemurnian cinta mereka karena Allah dalam firmannya,

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Al-Hasyr: 9)

Rasa cinta karena Allah, tidaklah muncul secara tiba-tiba, akan tetapi melalui proses.

📌Berikut ini amalan-amalan yang dapat mendatangakan rasa saling mencintai karena Allah:

  1. Iman dan ilmu.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Barangsiapa yang ingin meraih kelezatan iman hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah.”(HR Waki’ dalam Kitab az-Zuhd 9337 dihasankan Al-Albany)
  2. Menyebarkan Salam diantara Kaum Muslimin.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Kalian tidak akan masuk Surga hingga beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga saling berkasih sayang. Maukah kalian aku beritahu seseuatu yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling berkasih sayang? Sebarkanlah salam diantara kalian”. (HR. Abu Dawud, 2681 disohihkan Al-Albany)
  3. Saling memberi hadiah.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi”. ( HR. Muslim (XVI/123-124).
    Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan (tidak memberi) karena Allah. Sungguh ia telah menyempurnakan keimanan.” (HR. Ahmad (II/298)
  4. Saling mengunjungi dan menziarahi.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Seorang laki-laki mengunjungi saudaranya (seiman) di kota lain. Lalu Allah mengirim satu malaikat untuk mengikuti perjalanannya. Tatkala bertemu dengannya, Malaikat itu bertanya : “Ke manakah engkau hendak pergi? “
    Ia menjawab : “Aku hendak mengunjungi saudaraku di kota ini’.
    Malaikat itu bertanya lagi : “Adakah suatu keuntungan yang engaku harapkan darinya?’ Ia menjawab : ‘Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah. Maka malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena Allah”. (HR Buhory dalam Adbul Mufrod disohihkan Al-Albany)
  5. Saling mengungkapkan rasa cintanya kepada saudaranya.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :“Apabila salah seorang dari kamu mencintai saudaranya karena Allah hendaklah ia memberitahu kepadanya, karena hal itu dapat melanggengkan kasih sayang dan memperkuat rasa cinta.” (HR As-Suyuthi disohihkan Al-Albany dalam Al-Jaami’ 3562)
  6. Menyambung kekerabatan, saling menasehati dan saling berkorban untuk saudaranya.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : ‘Orang yang saling mencintai karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku, orang yang saling menyambung kekerabatannya karena-Ku pasti diberikan cintaKu dan orang yang saling menasehati karena-Ku pasti diberikan cintaKu serta orang yang saling berkorban karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku. (HR. Imam Ahmad dishahihkan al-Albani).
  7. Menjauhi dosa dan maksiyat, karena dosa itu untuk menyebabkan perpecahan.
    Rasulullah bersabda : “Tidaklah dua orang saling mengasihi karena Allah atau karena Islam, lalu keduanya berpisah, melainkan pasti disebabkan oleh dosa yang dilakukan salah seorang diantara keduanya.” (HR Ibnu Hibban (2508) dihasankan Al-Albany)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

   ✏📚✒.💖...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.