💖 Membersihkan hati…

💖 Membersihkan hati…

✍Allah berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا الَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚوَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. “(Al-Bayyinah: 5)

Nabi صلى الله عليه وسلم memerintahkan ummatnya untuk membersihkan hati.
Sabdanya,

ثَلَاثُ خِصَالٍ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ أَبَدًا : إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلهِ ، وَمُنَاصَحَةُ وُلَاةِ الْأَمْرِ وَلُزُوْمُ الْـجَمَاعَةِ ؛ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيْطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

“Ada tiga hal yang dengannya hati seorang muslim akan bersih (dari khianat, dengki dan keburukan), yaitu: (pertama) beramal dengan ikhlas karena Allâh, (kedua) menasihati ulil amri (penguasa), dan (ketiga) berpegang teguh pada jama’ah kaum Muslimin, karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka.”(HR Imam Ahmad (5/183), dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Takhrîjul Mukhtashar Ibnu Hajib)

Berkata Al-Hafidz Ibnu Rojab Al-Hambaly رحمه الله,

الاشتغال بتطهير القلوب أفضل من الاستكثار من الصوم والصلاة مع غش القلوب ودغلها ومثل من يستكثر من الصوم والصلاة مع دغل القلب وغشه كمثل من بذر بذراًً في أرض دغلة كثيرة الشوك فلا يزكو ما ينبت فيها من الزرع بل يمحقه دغل الأرض ويفسده فإذا نظفت الأرض من دغلها زكى ما ينبت فيها ونما

📒لطائف المعارف (427)

Menyibukkan diri dengan membersihkan hati lebih baik daripada memperbanyak puasa dan sholat bersamaan keruhnya hati dan kerusakannya. Dan permisalan orang yang memperbanyak puasa dan sholat bersamaan dengan kerusakan dan keruhnya hati seperti menabur benih di tanah yang penuh hama banyak duri, maka tidak akan bersih apa yang tumbuh didalamnya dari tanamannya, justru akan dihancurkan oleh hama tanah itu dan akan dibinasakan oleh tanah. Adapun ketika tanahnya bersih dari hama maka akan suburlah apa yang tumbuh dan berkembang (ditanah itu)

📒Lathoiful ma”arif (427)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

   ✏📚✒.💫..💞

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.