💖 Bukti keikhlasan…

💖 Bukti keikhlasan…

✍Banyak manusia yang terperdaya dengan keilmuannya, ucapannya, dan ketinggian derajatnya.

Sehingga dia merasa manusia yang paling selamat dan paling ikhlas, tidak mau lagi merendahkan diri untuk menerima nasehat dan kebaikan selainnya

Dan Allah telah menyebutkan dalam surat Al-Kahfi tentang manusia-manusia seperti ini, yang terperdaya dengan angan-angan amalan baiknya, padahal itu adalah amalan yang sia-sia. Sehingga mengantarkan pelakunya ke neraka jahannam.

Sebaliknya, mereka yang beriman, beramal sholih dan meng-ikhlaskan amalannya hanya kepada Allah maka surga menantikannnya sebagai balasan kebaikannya.

(103). قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

(104). الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

(105). أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

(106). ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

(107). إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,

(108). خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا
mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.

Inilah nasehat Imam Ibnu Wazir untuk menjadi renungan bagi siapa saja yang ingin mengukur keikhlasan dirinya.

تلقى المخلص النصيحة ولم يكن خائفا من النقد.
“الناس الذين يريدون مواجهة الله لا يخافون من انتقاده بسبب عيوبه في كلماته ، ولا يخاف من إظهار بطلان كلماته ، لكنه يحب الحقيقة من وجهة نظره ، ويتلقى توجيهات من أولئك الذين يوجهونه ، ولكن أولئك الذين ينتهكون الحقيقة و نصيحته هي التي تحبه. صدقني
[«رأس المال ورأس المال» لابن الوزير (1/224)]

Orang yang ikhlas akan menerima nasihat dan tidak takut dengan kritik.
“Orang yang ingin menghadap Allah tidak akan takut terhadap orang yang mengkritiknya karena cacat dalam kata-katanya, dan dia tidak takut untuk menunjukkan kekeliruan perkataannya, tetapi dia mencintai kebenaran dari sudut pandangnya, dan dia menerima bimbingan dari orang-orang yang membimbingnya, tetapi orang yang menunjukkan kebenaran dan nasihatnya itulah yang sebenarnya mencintainya. Percayalah..
[«Ra’sul mal wa ra’sul mal» oleh Ibnu Wazir(1/224)]

Wallahu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

  ✏📚✒.🌹...💫

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.