🎗Golongan yang menyimpang…

🎗Golongan yang menyimpang…

✍Pada masa kepemimpinan Rasulullah صلى الله عليه وسلم kaum muslimin adalah umat yang satu sebagaimana firman Allah :

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُون
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (Al-Anbiya: 92)

Berikut ini Pokok-Pokok Ajaran yang menyimpang dari Islam dari dulu hingga kini:

1. Khowarij
Mereka adalah golongan yang menyempal dari barisan kaum Muslimin. Awal kemunculannya dimasa Khalifah Utsman bin ‘Affan, yang akhirnya memberontak kepada beliau dan membuniuhnya.
Diantara ciri-ciri mereka sampai sekarang ini yaitu suka mengkafirkan kaum Muslimin selain kelompoknya, menganggapnya najis bahkan halal darahnya. Suka mengajak untuk memberontak kepada penguasa Muslim yang sah. Tidak mengakui keilmuan Ulama yang bukan dari golongannya.

2. Syi’ah.
Mereka terdiri dari Rafidhoh, Zaidiyah dan Batiniyah. Diantara mereka yang paling berbahaya adalah Rafihoh Itsna Atsariyah (mazhab syiah Khomeoni Iran sekarang) yang mengkafirkan semua sahabat Nabi kecuali beberapa orang saja. Mereka meng-unggul-unggulkan Ali bin Abi Tholib dan Ahli baitnya secara berlebihan sampai pada tingkat ketuhanan, mereka tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka tidak mengakui ajaran Ahlus Sunnah, bahkan mengkafirkan, menghalalkan darahnya.

3. Al-Qodariyah.
Mereka adalah golongan yang menolak takdir Allah atas makhluknya..

4. Al-Jabariyah dan Murjiah
Mereka adalah golongan yang berlebihan dalam menetapkan takdir, sehingga mereka menghalalkan perbuatan -perbuatan yang haram. Mereka banyak mengajak kepada ajaran shufiy, terutama Al-hulul walittihad atau manunggaling kawulo gusti.
Kelompok murjiah yang paling banyak keberadaannya diantara kaum muslimin. Diantara pokok penyimpangannya, yaitu iman itu tetap dan tidak akan hilang selama-lamanya walaupun dia berbuat kufur. Mereka membangun tempat-tempat pemujaan kepada orang-orang sholih secara berlebihan sehingga ditabarruki seperti sesembahan selain Allah.

5. Jahmiyah dan Mu’tazilah
Penyimpangan mereka dalam hal menolak Asma (Nama-nama) Allah dan sifat-sifatnya secara berlebihan. Mereka menolak Asma wasifatillah baik secara menyeluruh atau sebagiannya.

6. Musyabbihah.
Penyimpangan kelompok ini adalah berlebihan dalam menetapkan sifat Allah, sehingga mereka menyerupakan sifat Allah azza wajalla dengan sifat makhluknya.

7. Gerakan Islam Liberal.
Mereka merusak tatanan ajaran Islam dengan mengajak untuk berfikir secara bebas dari konteks Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Mereka mentertawakan doa-doa, katanya tidak banyak faedahnya, menolak adanya adzab kubur, dll.

Berkat karunia Allah, kelompok-kelompok itu sudah dibongkar kebobrokan dan penyimpanganya. Yang demikian tersebut bisa terjadi karena masih banyaknya ulama dari kalangan muhaditsin, mufasirrin dan fuqoha. Mereka termasuk sebagai ulama tabi’in dan pengikut para tabi’in serta para imam yang empat dan murid-muridnya. Juga disebabkan masih kuatnya daulah-daulah Islamiyah pada abad-abad tersebut sehingga firqah-firqah menyimpang yang mulai ada pada waktu itu mengalami pukulan yang melumpuhkan baik dari segi hujjah maupun kekuatannya.
Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji ini bercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapa agama-agama yang bertentangan. Diterjemahkannya kitab ilmu ajaran-ajaran kuffar dan para raja Islampun mengambil beberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untuk dijadikan menteri dan penasehat kerajaan, maka semakin dahsyatlah perselisihan dikalangan umat dan bercampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran.
Begitupun madzhab-madzhab yang bathilpun ikut bergabung dalam rangka merusak persatuan umat. Hal itu terus berlangsung hingga jaman kita sekarang ini dan sampai masa yang dikehendaki allah. Walaupun demikian kita tetap bersyukur kepada allah karena Al-Firqotun Najiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah masih tetap berada dalam keadaan berpegang teguh dengan ajaran islam yang benar berjalan diatasnya, dan menyeru kepadanya, bahkan akan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimana diberitakan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang keabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya.
Yang demikian itu adalah karunia dari allah demi langgengnya din ini dan tegaknya hujjah atas para penentangnya.
Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi ini berada diatas apa-apa yang pernah ada semasa sahabat bersama Rasulullah baik dalam perkataan perbuatan maupun keyakinannya seperti yang disabdakan belaiu :
“Mereka yaitu barangsiapan yang berada pada apa-apa yang aku dan para sahabatku jalani hari ini”

📒Diambil dari: manhaj salaf DR. Solih Fauzan, Muqoddimat fil ahwa’ wal-iftiroq DR. Abdul Karim Al-‘Aql

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.