🌹 Menjaga hak tetangga…

🌹 Menjaga hak tetangga…

✍Islam agama yang sempurna dalam mengatur semua kebaikan.
Hubungan bertetangga yang baik akan menciptakan suasana yang indah dan harmonis dimasyarakat.

Alla berfirman:

واعبدوا الله وﻻ تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا وذي القربى واليتامى والمساكين والجار ذي القربى والجار الجنب والصاحب باالحنب وابن السبيل وما ملكت أيمانكم. إن الله ﻻ يحب من كان مختاﻻ فخورا.
“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36)

Dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan kewajiban kita untuk berbuat baik kepada para tetangga setelah perintah untuk berbuat baik kepada ibu bapak, karib kerabat dan anak-anak yatim. Demikianlah kemuliaan seorang tetangga bersama dengan orang-orang yang memiliki hak yang besar atas kita. Ini menunjukkan besarnya hak tetangga untuk dipenuhi dengan baik.

Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar menyembah Dia semata, tiada sekutu bagi Dia. Karena sesungguhnya Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Yang memberi nikmat, Yang memberikan karunia kepada makhluk-Nya dalam semua waktu dan keadaan. Dialah Yang berhak untuk disembah oleh mereka dengan mengesakan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dari makhluk-Nya.
Kemudian Allah mewasiatkan agar kedua orang tua diperlakukan dengan perlakuan yang baik, karena sesungguhnya Allah. menjadikan keduanya sebagai penyebab bagi keberadaanmu dari alam ‘adam sampai ke alam wujud.
Sering sekali Allah menggandengkan antara perintah beribadah kepada-Nya dengan berbakti kepada kedua orang tua.
Kemudian berbuat baik kepada ibu bapak ini diiringi dengan perintah berbuat baik kepada kaum kerabat dari kalangan kaum laki-laki dan wanita. Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis:
«الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ»
Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah, tetapi kepada kerabat adalah sedekah dan silaturahmi.

Selanjutnya Allah berfirman:
وَالْيَتامى
dan (berbuat baiklah kepada) anak-anak yatim. (An-Nisa: 36)
Demikian itu karena mereka telah kehilangan orang yang mengurus kemaslahatan mereka dan orang yang memberi mereka nafkah. Maka Allah memerintahkan agar mereka diperlakukan dengan baik dan dengan penuh kasih sayang.
Kemudian disebutkan oleh firman-Nya:
وَالْمَساكِينِ
dan (berbuat baiklah kepada) orang-orang miskin. (An-Nisa: 36)
Mereka adalah orang-orang yang memerlukan uluran tangan karena tidak menemukan apa yang dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka. Maka Allah memerintahkan agar mereka dibantu hingga kebutuhan hidup mereka cukup terpenuhi dan terbebaskan dari keadaan daruratnya. Pembahasan mengenai fakir miskin ini akan disebutkan secara rinci dalam tafsir surat Bara’ah (surat At-Taubah).
Firman Allah:
وَالْجارِ ذِي الْقُرْبى وَالْجارِ الْجُنُبِ
dan (berbuat baiklah kepada) tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. (An-Nisa: 36)
Tetangga yang dekat yaitu orang yang antara kamu dan dia memiliki hubungan kekerabatan. Sedangkan tetangga yang jauh, antara kamu dan dia tidak memiliki hubungan kerabat.
Nauf al-Bakkali tentang “tetangga yang dekat,” yaitu tetangga muslim sedangkan “tetangga jauh” yaitu orang Yahudi dan Nasrani. (HR. Ibnu Jarii dan Ibnu Abi Hatim).
Ibnu Mas’ud berkata, “jaari dzil qurbaa” yaitu wanita.
Sedangkan Mujahid berkata tentang “wal jaaril junubi” yaitu teman dalam perjalanan.
Banyak hadits yang menjelaskan tentang wasiat untuk tetangga.
Imam Ahmad meriwayatkan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Jibril senantiasa mewasiatkan aku tentang tetangga, hingga aku menyangka akan mewariskannya.” (Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim di dalam ash-Shahihain, juga Abu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan yang sama).
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim Imam Ibnu Katsir)

Beberapa hak tetangga yang wajib kita tunaikan adalah berbuat baik kepada tetangga.
Diantara hak tetangga yang wajib kita tunaikan
1. Tidak menyakiti mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (Muttafaq alaih)
2. Bersabar dari kejelekanny
Bagaimana jika tetangga menyakiti kita?
Ibnu qudamah berkata:”Kita harus bersabar dari tetangga, karena diatara berbuat baik kpd tetangga adalah bersabar dari kejelekanny.
Abu Dzar berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda “Ada tiga golongan yang dicintai Allah. (Salah satunya adalah) seseorang yang memiliki tetangga yang senantiasa menyakitinya. Namun dia bersabar menghadapi gangguannya tersebut hingga kematian atau perpisahan memisahkan keduanya.” (HR. Ahmad dari disohihkan Al Albani).
3. Menolong dan bersedekah kepadanya.
Rasulullah bersabda, “Jibril selalu berwasiat kepadaku untk berbuat baik kdp tetangga sehingga aku mengira mereka akan mewarisi hartaku. (Muttafaq alaih) Termasuk hak tetangga adalah menolong saat dia kesulitan dan bersedekah jika dia membutuhkan bantuan. Nabi صلى تلله عليه وسلم bersabda “Sedekah tidak halal bagi orang kaya, kecuali di jalan Allah atau ibnu sabil atau kepada tetangga miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari shahabat disohihkan Al Albani dalam Al Irwa’)
Sabdanya: “Barangsiapa yang menghilangkan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari berbagai kesulitan di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim) •
Maja tetanggalah yg paling berhak utk kita tolong.
4. Menutup kesalahan dan menasihatinya agar bertaubat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Jika kita mendapati tetangga memiliki aib, maka hendaklah kita merahasiakannya.
Rasulullah , “Barangsiapa menutupi aib muslim lainnya, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim) Hadits ini berlaku umum untuk siapa saja. Termasuk dalam hal ini adalah tetangga kita. •
5. Berbagi dengan tetangga Jika kita memiliki nikmat berlebih, maka hendaknya kita membagikan kepada tetangga kita. Sehingga mereka juga menikmatinya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Jika engkau memasak daging berkuah, perbanyaklah kuahnya dan bagikan kepada tetanggamu.” (HR. Muslim) Terlebih lagi dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam setiap muslim yang kenyang, namun membiarkan tetangganya kelaparan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Bukanlah seorang mukmin bila tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangga sebelahnya kelaparan.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin: berbuat baik kpd tetangga juga meliputi tetangga yang non muslim.
Sebagaimana yg dicontohkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dengan tetanggany Yahudi dan orang2 munafiq.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💖…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.