■ BERIMAN KEPADA RASUL ■ Halaqah 9|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 7

■ BERIMAN KEPADA RASUL

■ Halaqah 9|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 7

📀 link audio
http://goo.gl/D737FM

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Kesembilan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 7.

Diantara cara beriman dengan  para Rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa seluruh Nabi & Rasul alaihimus salam telah bersepakat dalam berdakwah kepada Tauhid & mengingatkan umat mereka dari kesyirikan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ…

“dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul kepada kalian hanya menyembah kepada Allāh & jauhilah Thogut”
[QS An-Nahl 36]

Yang dimaksud dengan Thogut adalah sesuatu yang disembah selain Allāh

Didalam ayat yang lain Allāh mengatakan:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“dan tidaklah Kami mengutus sebelum mu seorang Rasul kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku maka hendaklah kalian menyembah hanya kepadaKu”.
[QS Al-Anbiya’ 25]

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ…

“dan ingatlah kaum ‘Ad ketika dia memberikan peringatan kepada kaumnya yang tinggal di bukit-bukit pasir & telah berlalu para Rasul yang memberikan peringatan sebelum dia & setelah dia supaya kalian tidak menyembah kecuali hanya kepada Allāh”
[Surat Al-Ahqaf 21]

Tiga ayat diatas menunjukkan bahwasanya setiap Rasul & setiap Nabi inti dakwah mereka satu yaitu Tauhid.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menceritakan di dalam Alquran beberapa kisah Nabi alaihim salam dan dakwah mereka di antara kaumnya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menceritakan tentang Nabi Nuh alaihi salam

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ…

“sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia berkata : wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allāh, kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia ”
[QS Al-A’raf 59]

Dan Allāh menceritakan tentang Nabi Hud alaihi salam, Allāh mengatakan:

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

” dan kami telah mengutus kepada kaum ‘Ad saudara mereka Hud alaihi salam, dia berkata : wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allāh tidak ada sesembahan yang berhak disembah oleh kalian kecuali Dia, mengapa kalian tidak bertakwa”
[QS Al-A’raf 65]

Dan Allāh mengatakan:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ…

“dan Kami telah mengutus kaum Tsamud saudara mereka Sholeh dia berkata : wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allāh kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia”
[QS Al-A’raf 73]

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Syu’aib alaihi salam:

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ…

“dan Kami telah mengutus kepada Madyan saudara mereka Syu’aib, dia berkata : wahai kaumku sembahlah Allāh, kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia… ”
[QS Al-A’raf 85]

Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwasanya masing-masing dari para Nabi dan Rasul berdakwah kepada Tauhid, dia merupakan inti dari ajaran mereka.

Adapun Hukum-hukum seperti tata cara ibadah atau halal & haram maka kadang-kadang-² terjadi perbedaan.

Allāh berfirman:

…لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ …

“masing-masing Kami telah jadikan syariat & juga cara”
[QS Al-Ma’idah 48]

Rasulullãh ﷺ bersabda:

الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلَّاتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“para Nabi adalah saudara sebapak ibu-ibu mereka berbeda tetapi Agama mereka satu”
[HR Al-Bukhori & Muslim ]

Di dalam hadits ini para Nabi diumpamakan seperti saudara-saudara dari satu bapak berlainan ibu maksudnya sama-sama berdakwah kepada Tauhid meskipun dengan cara yang berbeda.

Berkata Al-Imam AnNawawi rahimahullah

فالمراد به أصل التوحيد و أصل الطاعة لله تعالى و إن اختلفت صفاتها

“maka yang dimaksud dengannya adalah pokok-pokok dari Tauhid & pokok ketaatan kepada Allāh Ta’āla meskipun berbeda caranya”

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
==============
Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.