■ BERIMAN KEPADA RASUL ■ Halaqah 7|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 5

■ BERIMAN KEPADA RASUL

■ Halaqah 7|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 5

📀 link audio
http://goo.gl/UNj5S6

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ketujuh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 5.

Diantara cara beriman dengan para Rasul adalah waspada dari ghuluw atau berlebihan terhadap para Rasul alaihim wa salam, seperti menganggap beliau mengetahui yang ghaib atau mensifati beliau dengan sifat-sifat ketuhanan & Allāh ajja wajalla melarang Ahlu kitab dari sikap ghuluw dengan firman-Nya:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ…

“Wahai Ahlu kitab janganlah kalian berlebih-lebihan didalam agama kalian & janganlah kalian berkata atas nama Allāh kecuali kebenaran, sesungguhnya Isa Ibn Maryam adalah Rasulullãh dan kalimatnya yang dia lemparkan kepada Maryam dan dia adalah Ruh dariNya maka berimanlah kalian kepada Allāh & RasulNya & janganlah kalian katakan Tuhan itu tiga… ”
[QS An-Nisa’ 171]

Dan Rasulullãh ﷺ telah melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah, mereka beliau ﷺ bersabda:

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

”Janganlah kalian memujiku dengan berlebihan, sebagaimana orang-orang Nashrani berlebih-lebihan didalam memuji Ibn Maryam, sesungguhnya aku adalah hamba Allāh & RasulNya”
[Hadits Shahih riwayat Al Imam Al Bukhori]

Dan diantara bentuk ghuluw orang-orang Nashrani adalah mengatakan Isa anak Allāh, orang Yahudi mengatakan Uzair adalah anak Allāh

Allāh berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

“Telah berkata orang-orang Yahudi bahwa Uzair adalah anak Allāh & berkata orang-orang Nashrani bahwa Al Masih adalah anak Allāh, demikianlah ucapan-ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka, mereka menyamai ucapan orang-orang yang kafir sebelum mereka, Allāh melaknat mereka, lalu bagaimana mereka berpaling”
[QS At-Tawbah 30]

Padahal para Rasul alaihim Salam tidak memiliki sedikitpun sifat Rububiah & Uluhiyah yaitu sifat-sifat Ketuhanan mereka tidak mengetahui yang ghaib kecuali setelah diberi tahu oleh Allāh ajja wajalla.
Allāh berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا

إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ…

“Dia lah Allāh yang mengetahui perkara yang ghaib maka tidaklah Dia menampakkan perkara yang ghaib kepada siapapun, kecuali orang yang Allāh ridhai dari kalangan para Rasul”
[QS Al-Jinn 26-27]

Dan mereka juga tidak bisa memberikan manfaat & mudhorot kecuali dengan kehendak Allāh.
Allāh berfirman:

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah aku tidak memiliki untuk diriku sendiri manfaat & mudhorot kecuali apabila Allāh menghendaki & seandainya aku mengetahui perkara yang ghaib niscaya aku akan memperbanyak kebaikan & tentunya aku tidak akan ditimpa kejelekan, tidaklah aku kecuali sebagai pemberi peringatan & pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman”
[QS Al-A’raf 188]

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
==============
Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.